ENREKANG, TIME BERITA, — Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), Camat dan Kepala Desa berupaya menurunkan angka Stunting melalui peningkatan mutu pelayanan diberbagai sektor.
Diketahui bahwa salah satu penyebab terjadinya Stunting adalah kemiskinan, oleh karena itu, Baznas Enrekang siap bekerjasama Pemkab Enrekang dalam upaya penurunan jumlah stunting di Kabupaten Enrekang sekaligus meakukan pencegahan terjadinya Stunting.
Hal ini dikatakan pimpinan Baznas Enrekang, Baharuddin pada acara Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting.
Bahar mengatakan, Stunting sendiri bisa diartikan sebagai pertumbuhan yang terhambat akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai.
Menurutnya, Stunting disebabkan gizi buruk, entah itu gizi buruk pada ibu atau gizi buruk pada anak di periode emas tumbuh kembangnya.
Ia menyebutkan program Baznas dibidang kesehatan seperti, sunnatan massal, perbaikan sanitasi dan jamban keluarga.
“Kami memahami stunting itu disebakan dari faktor kemiskinan. Karena itu Baznas Enrekang punya peran strategis untuk terlibat dalam penanganan di daerah stunting. Saya kira kedepan, jika stunting di sepakati sebagai program prioritas bersama, kami siap menyediakan anggaran cukup sesuai program prioritas pemerintah daerah,”Janjinya.
Dia berharap agar Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang dapat menyiapkan data yang ril by name by adres.
“Beri kami datanya, Insyaallah kami akan bantu. Kami yakin sebenarnya orang yang berkategori stunting sudah terkaper di dalam program kami seperti pemberian santunan langsung tunai. Walaupun sifatnya konsumtif dan di berikan santunan tunai setiap bulan,”akuhnya.
Dia menambahkan,Untuk penangan stunting itu tidak sulit, yang dibutuhkan hanya komitmen dan sinergitas bersama serta keseriusan untuk menanganinya.
Bahar mengungkapkan kasus stunting tidak berdiri sendiri tapi sangat terkait dengan aspek sumber daya, lingkungan, pendidikan, ekonomi bahkan kultur.(Sry)