PAREPARE, timeberita.com – Pertarungan sengit dua kandidat kuat calon Ketua PWI Sulsel periode 2026-2031 seketika mencair menjadi momen penuh haru dan cinta persaudaraan. Amrullah Basir (nomor urut 1) dan Suwardi Thahir (nomor urut 2), dua insan pers yang sama-sama lahir dari rahim Harian Fajar, awalnya bersiap duel. Namun, takdir berkata lain.

Keduanya, yang kini dikenal sebagai pemimpin redaksi Fajar (Amrullah) dan mantan pemimpin redaksi Fajar (Suwardi), duduk berhadapan. Hubungan mereka bagaikan dua sisi mata uang, tak terpisahkan.
Ketika pimpinan sidang, Arman Sewang, memberikan waktu tujuh menit untuk musyawarah, suasana ruang gedung Fajar mendadak tegang sekaligus penuh misteri. “Apakah pemilihan tetap berlanjut, atau aklamasi?” itu pertanyaan yang menggantung.

Ajaibnya, komunikasi yang difasilitasi oleh Agussalim Hamu melalui Direktur Fajar, Faisal Palapa, mengubah segalanya. Di menit-menit krusial itu, Amrullah Basir, sang kandidat muda, mengambil keputusan yang membuat semua orang terperangah. Dengan suara lirih tapi penuh ketegasan, ia menyatakan mundur.
“Beliau senior saya di Fajar. Saya harus menghargainya. Saya ingin senior saya yang menahkodai PWI Sulsel,” ucap Amrullah, yang langsung disambut hening haru. Bukan karena kekalahan, tapi karena pengorbanan yang luar biasa.
Seketika, ruangan yang tadinya penuh dengan aura persaingan berubah menjadi hangat. Amrullah, dengan lapang dada, mendorong Suwardi Thahir untuk memimpin. Ia merasa masih yunior dan sudah sepakat dengan timnya bahwa sudah saatnya seniornya berkiprah.
Pimpinan sidang pun menetapkan Suwardi Thahir sebagai Ketua PWI Sulsel periode 2026-2031 secara aklamasi. Mufakat bulat. Semua peserta pemilih yang hadir tak kuasa menahan rasa haru. Mereka menyaksikan langsung sebuah momen langka: sebuah kekuasaan yang dilepaskan dengan cinta, bukan direbut dengan ambisi.
Air mata haru mulai menetes di sudut ruangan. Suwardi Thahir, yang akhirnya naik panggung, tak bisa menyembunyikan getaran di suaranya. “Saya berterima kasih kepada saudara Amrullah Basir yang telah mempercayakan amanah ini kepada saya. Ini bukan sekadar kursi, ini tanggung jawab besar yang dia berikan dengan tulus,” ucapnya bergetar.


Ia berjanji akan turun ke seluruh kabupaten dan kota, berpeluk erat dengan seluruh ketua PWI, serta meningkatkan kualitas wartawan melalui pendidikan jurnalistik. “Tidak ada pro dan kontra lagi. Hanya kebersamaan. Bersatu, kita kuat!” tegasnya, disambut tepuk tangan meriah.
Momen romantis itu ditutup dengan salaman hangat antara Amrullah dan Suwardi. Dua insan pers yang membuktikan bahwa di atas segala kekuasaan dan jabatan, persaudaraan sejati tetaplah yang utama. Sebuah cinta untuk profesi dan keluarga besar PWI yang tak tergantikan.(**)
Pewarta: Sari
Editor: Shamier