ENREKANG, TIME BERITA — Maraknya isu tentang media abal-abal yang menggerogoti dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) menjadi pembicaran dikalangan insan pers diberbagai daerah. Hingga saat ini, kategori media abal-abal itu belum diketahui secara mendetail.
Bahkan Bupati Enrekang Muslimin Bando mengaku, jika dirinya tidak mengerti yang namanya media abal-abal.
“Saya, sih tidak mengerti media abal-abal, karena semua media itu di Enrekang berkualitas. Kalau ada media yang abal-abal, tentu kita tidak inginkan, kalau ada media abal-abal masuk di Enrekang, jangan deh, nagapain itu jadi abal-abal, berkualitas saja belum tentu mendorong pembangunan,”ujarnya.
Lebih lanjut, Muslimin Bando mengatakan, Apalagi kalau bangga memberitakan hoaks, fitna yang mencari keselahan pemerintah, itu bukan eranya sekarang.
“Kita eranya sekarang bersama-sama pemerintah mebangaun. Bukan juga berarti tidak dikoreksi, Intinya kerja secara profesional, agar dapat dibaca beritanya. Saya manusia biasa silahkan dikoreksi,”ujarnya lagi.
Sementara BPK RI wilayah Provinsi Sulawesi Selatan belum mengetahui secara mendetail terkait media abal-abal itu. Bahkan isu itu hanya diketahui dari media dan belum mengeluarkan pernyataan terkait hal itu.
“Kami belum memberikan pernyataan, mungkin bukan BPK kali,” Singkat Wahyu, Kepala Wilayah Provinsi Sulsel BPK RI saat dicegat usai kegiatan di ruang pola Kantor Bupati Enrekang. (*)