ENREKANG, timeberita.com — Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Enrekang Kota dikeluhkan sejumlah warga. Stok BBM disebut cepat habis sehingga masyarakat harus datang lebih awal atau mencari SPBU lain untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar.
Keluhan ini terutama dirasakan masyarakat dan pelaku usaha kecil yang aktivitasnya sangat bergantung pada ketersediaan BBM. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut kebutuhan dasar mobilitas masyarakat sekaligus kelancaran aktivitas ekonomi.
Berdasarkan keterangan salah seorang petugas SPBU yang diwawancarai, pelayanan disebut baru mulai berjalan sekitar pukul 10.00 WITA. Namun, stok BBM disebut dapat habis sekitar pukul 14.30 WITA.
Petugas tersebut juga menyebut pasokan BBM yang diterima saat ini berada di kisaran 8.000 liter per hari, turun dibandingkan sebelumnya yang disebut mencapai sekitar 16.000 liter per hari.
Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, masyarakat tentu akan semakin terbebani. Warga harus mengantre lebih awal, berpindah ke SPBU lain, atau menyesuaikan aktivitas mereka dengan ketidakpastian ketersediaan BBM.
Warga Minta Pemerintah dan Pertamina Tidak Tinggal Diam
Masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Enrekang melalui dinas terkait segera melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk memastikan penyebab berkurangnya pasokan BBM.
Warga menilai persoalan ini perlu dijelaskan secara terbuka. Jika memang terjadi pengurangan pasokan karena faktor distribusi, kuota, atau alasan teknis lainnya, masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain persoalan pasokan, masyarakat juga meminta agar mekanisme distribusi dan pelayanan di SPBU tersebut ditelusuri secara menyeluruh. Langkah tersebut penting bukan untuk menuduh pihak tertentu, melainkan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan dan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas.
“Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban. Kondisi seperti ini sangat merugikan masyarakat dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada ketersediaan BBM,” keluh seorang warga.
Transparansi Menjadi Kunci
BBM bukan sekadar komoditas, tetapi menjadi penopang mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi. Karena itu, ketika stok disebut berkurang hingga separuh dari kondisi sebelumnya, penjelasan mengenai berapa pasokan yang diterima, bagaimana distribusinya, serta apa penyebab berkurangnya stok menjadi penting untuk diketahui publik.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan Pertamina segera turun tangan melakukan pengecekan terhadap stok, distribusi, dan pelayanan BBM di SPBU Enrekang Kota.
Jika memang terdapat kendala pasokan, masyarakat berharap solusi segera disiapkan. Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya persoalan dalam distribusi atau pelayanan, masyarakat berharap tindakan tegas dilakukan sesuai aturan.
Pada akhirnya, yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar janji, melainkan kepastian bahwa BBM tersedia secara wajar, distribusinya transparan, dan pelayanan diberikan secara adil.
Awak media akan terus memantau perkembangan persoalan ini dan menunggu penjelasan resmi dari pihak SPBU, Pemerintah Kabupaten Enrekang, maupun Pertamina sebagai bentuk keberimbangan informasi dan tanggung jawab kepada publik.(**)