Arab Saudi akan memberlakukan jam malam 24 jam penuh dan lockdown selama Idul Fitri. Yakni mulai 23 Mei (Ramadhan 30) hingga 27 Mei (Syawal 4) di semua kota dan wilayah di seluruh Kerajaan.
Menurut Kementerian Dalam Negeri, Arab Saudi juga tetap memberlakukan jarak sosial termasuk larangan berkumpul lebih dari lima orang. Sedangkan untuk kegiatan ekonomi dan komersial akan tetap berlanjut sampai 22 Mei 2020.
Saat ini, peraturan jam malam sebagian masih terus berlanjut di semua kota dan wilayah Kerajaan, kecuali Kota Makkah. Masyarakat hanya diizinkan keluar pukul 09.00 pagi sampai 17.00 sore dan harus tetap mematuhi aturan jaga jarak.
Dilansir dari Saudi Gazette, larangan keluar masuk selama 24 jam penuh ini berlaku baik di Makkah maupun di kota-kota lainnya di Saudi.
Sebelumnya, secara terpisah, Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan kasus baru Covid-19 pada Senin (11/5) sebanyak 1.966 kasus. Dengan penambahan kasus ini, menjadikan total pasien terinfeksi di Saudi mencapai 41.014 orang.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Saudi, Muhammad Al Abdel Ali, mengatakan jumlah pasien yang dinyatakan pulih sebanyak 1.280 orang tercatat dalam 24 jam terakhir. Sehingga total pasien yang dinyatakan telah pulih sebanyak 12.737 orang.
“Ini sedikit lebih dari 30 persen dari total kasus yang dikonfirmasi,” kata Muhammad Al Abdel Ali dilansir dari Saudigazette, Selasa (12/5).
Al Abdel Ali mengatakan bahwa Riyadh menduduki puncak daftar kasus baru pada Senin (11/5) dengan pasien terinfeksi sebanyak 520 orang.
Selanjutnya disusul Makkah dengan 343 kasus, Madinah dengan 257 kasus, Jeddah dengan 236 kasus dan Hufof dengan 137 kasus.
Kemudian di Kota Dammam ada 95 kasus, 71 di Taif, 60 di Al Khobar, 49 di Jubail, 39 di Hadda, 25 di Diriyah, 23 di Qatif, 15 di Majardah, 15 di Buraidah, 10 di Tabuk, dan 10 di Hail. Sisanya sekitar 60 kasus terdeteksi di kota-kota kecil lainnya di Saudi.
Kasus yang terinfeksi dalam beberapa hari terakhir tambahnya adalah karena pemeriksaan dan faktor lainnya. Beberapa kasus ditemukan muncul terkait dengan pertemuan keluarga. (sumber Republika)