PAREPARE, timeberita.com — Viral! Sebuah video berdurasi 20 detik dari SPBU 74.911.53 di KM 3 Jalan Ahmad Yani, Parepare, mendadak menjadi sorotan. Betapa tidak, seorang operator SPBU justru memarahi sopir truk bernama Ardi yang protes karena tak kunjung dilayani setelah seharian mengantre.
Insiden yang terjadi pada 24 Juni 2026 ini mengungkap fakta mengejutkan: pelanggan khusus lebih diutamakan dibanding konsumen umum.

Ironi di Tengah Antrean Panjang
Sopir truk, Ardi, mengaku sudah mengantre lama. Namun, saat gilirannya tiba, ia justru disuruh datang besok dengan alasan stok habis. Anehnya, saat pelanggan datang untuk mengisi solar, antrean langsung dibuka. Di sinilah amarah Ardi memuncak, tetapi yang ia dapatkan justru kemarahan dan bahasa tak beretika dari operator.
“Ini Mafia BBM!” Seru Aktivis
Direktur IKRA Parepare, Uspa Hakim, buka suara tegas. “Ini keadilan yang dipertanyakan! Kenapa masyarakat umum dikorbankan demi pelanggan? Apakah aturan BBM memperbolehkan ini?” serunya.
Lebih lanjut, ia menduga adanya permainan dan mafia dalam penyaluran BBM di wilayah tersebut. “Jika ini benar, polisi harus turun tangan! Jangan biarkan publik dirugikan,” tegasnya.
Publik Bergejolak
Kasus ini memicu spekulasi warganet. Apakah ini hanya fenomena di Parepare atau terjadi di SPBU lain? Masyarakat mendesak agar kasus ini diusut tuntas. Operator yang mengakui sistem prioritas ini dinilai telah mencederai kepercayaan publik.
“Usut tuntas! Jangan cuma jadi gimmick,” pungkas Uspa Hakim.
Tindak lanjut dari pihak berwajib masih dinantikan. (**)