PAREPARE,timeberita .com — Ketersediaan tiket kapal KM Lambelu tujuan Baubau, Sulawesi Tenggara, serta sistem pembayarannya menjadi sorotan setelah seorang calon penumpang bernama Roma mengalami kendala saat hendak membeli tiket di kantor PT Pelni Cabang Parepare, Senin (10/8/2026).
Roma menceritakan, saat mendatangi loket penjualan tiket, tiket tersebut ternyata sudah dinyatakan habis. Ketika ia mencoba mencari di sejumlah agen dan layanan perjalanan, harga tiket justru melonjak tajam — dari harga resmi Rp290 ribu menjadi sekitar Rp480 ribu, atau naik hampir 100 persen.
Kembali ke kantor Pelni, setelah adanya koordinasi dengan pihak pusat, tiket ternyata tersedia. Namun kendala lain muncul: pembayaran wajib dilakukan melalui mesin EDC menggunakan kartu ATM. Padahal Roma tidak memilikinya, sehingga terpaksa meminta bantuan rekan untuk menyelesaikan transaksi.
“Sistem seperti ini terasa agak rumit. Terasa tidak memudahkan warga yang belum terbiasa dengan pembayaran elektronik,” ungkap Roma.
Menanggapi tingginya harga tiket di agen, Kepala Cabang PT Pelni Parepare, Slamet Hari Santoso, menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi dan pengawasan lebih ketat. Kenaikan harga yang melampaui ketentuan resmi tidak dapat dibenarkan. Jika terbukti adanya pelanggaran, sanksi tegas termasuk pencabutan izin agen dapat diberlakukan.
Terkait sistem pembayaran melalui mesin EDC, Slamet menjelaskan hal tersebut merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari kantor pusat dan tidak dapat digantikan penjualan manual. Pihaknya juga tidak diperbolehkan menggunakan kartu ATM milik petugas untuk membantu pembayaran guna menghindari pelanggaran prosedur.
Sebagai solusi, pihak Pelni mengimbau agar calon penumpang membeli tiket secara daring dan membayar melalui saluran pembayaran online. Cara ini dinilai lebih praktis, dapat dilakukan dari mana saja, dan tidak perlu datang langsung ke kantor cabang maupun agen.(**)