* Renungan Ramadhan bagian (6)
Oleh : M.Shodiq Asli Umar
Seorang nelayan atau pelaut pantang surut ke pantai ketika mengarungi lautan.Mereka yakin untuk sampai ke pulau idaman membutuhkan kerja keras. Kata Bijak dari Tanah Bugis ” Resopa Temmangingngi namalomo naletei pammase dewatae ” ( Hanya kerja keras tanpa jenuh untuk mencapai kesuksesan disertai dengan berkah dari Allah SWT. ). Hidup ini adalah medan perjuangan, keberhasilan tidak mungkin dicapai hanya berpangku tangan.
Nabi Muhammad Shollahu Alaihi Wasallam mendapat gelar Habibullah ( Kekasih Allah )setelah melalui ujian bertubi-tubi. Besi tidak akan menjadi batangan kecuali setelah dipanasi dengan suhu tertentu. Seorang dosen tidak akan menjadi guru besar tanpa menghadapi berjilid-jilid buku. Pelaut ulung tak pernah surut mengarungi derasnya badai samudra.
Di saat kita menghadapi berbagai macam cobaan yang tak ringan masih tersimpan harapan. Setelah hujan deras akan ada pelangi menghiasi langit biru menyenangkan setiap mata yang memandangnya. Allah SWT berfirman :
ان مع العسر يسرا
Sesungguhnya kesusahan itu bersamaan datangnya kemudahan
Menyimak ayat tersebut di atas bahwa kesusahan itu bersamaan datangnya kemudahan. Apalagi didahului huruf ( lnna ) dalam istilah Bahasa Arab Attakkid atau stressing dalam Bahasa Inggris ” Penegasan”.
Yang menyampaikan ini adalah Khaliqul Alam ( Sang Pencipta Alam Semesta ).
Mungkin ada di antara kita sudah berputus asah setelah menerima cobaan atau ujian dari Allah. Bahkan berburuk sangka Allah tidak Sayang, Allah Membeci saya. Sadarilah setiap cobaan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya sesuai dengan kemampuannya.
لا يكلف الله الا وسعها
Allah tidak memberikan beban kepada hamba-Nya kecuali sesuai dengan kemampuannya.. (**)