Setelah tiga kandidat Bakal Calon Walikota (Cawalkot) Parepare di tes oleh pengurus DPW PKS Sulsel, di kafe Black Canyon Makassar, Jumat (26/4/2024) kemarin.
Penulis sudah punya bayangan analisis bahwa lebih berpeluang mengendarai PKS adalah Muhammad Zaini dibanding Surianto dengan Faisal Andi Sapada (FAS).
Tapi lebih berpulang FAS dari pada Surianto jika hanya dua yang di tes, kalau melihat situasi kondisi sekarang ini lebih berpeluang MZ kendarai PKS
Pasalnya, hanya MZ siapa segalanya baik soal koalisi, budget maupun soal pasangan MZ tidak dipersoalkan siapa saja pasangannya, MZ tetap mengikuti prosedur PKS dengan melibatkan tim survei.
Bilamana pasangan antara MZ dengan FAS dan Surianto, maka lebih unggul kalau MZ berpasangan dengan FAS ! Nah soal siapa kosong satu dan kosong dua tergantung kesepakatan kedua belah pihak.
Kalau MZ berpasangan dengan Surianto maka tidak bekerja keras lagi soal koalisi sisa fokus untuk meraup hati masyarakat Parepare untuk menang karena keduanya adalah penantang baru di Parepare.
Beda dengan FAS sudah pernah wakil walikota saat paket dengan TP dan juga pernah bertarung dengan head to head lawan TP-Pangerang, dimana pendukung militan FAS masih loyalitas.
Jika peran PKS berhasil menyatukan MZ – FAS maka kandidat calon lainya semakin was-was dan sangat berat menghadapi MZ – FAS pada Pilwakot Parepare tahun ini.
Soalnya, MZ dan FAS Berpeluang mengendarai PKS jika terjadi disatukan maka kekuatan tak bisa dibendung lagi.
Selain itu, ada nama H Syamsul Latanro (HSL) juga muncul namanya di PKS sebagai layak menjadi wakil walikota, apakah berpasangan MZ – HSL atau FAS – HSL atau kah Surianto – HSL. Opini ini bisa saja terjadi di PKS jika PKS sudah menentukan sikapnya terkait siapa yang memberikan rekomendasi kepada Cawalkot Parepare tersebut. (*Sam)