PAREPARE, TIME BERITA, — Masyarakat Kelurahan Lemoe, Kecanmatan Bacukiki melakukan aksi protes penempatan pembangunan Tribun Mini di Lapangan Lemoe. Aksi protes tersebut saat dilakukan pertemuan dengan masyarakat dengan Camat Bacukiki di Kantor Kelurahan Lemoe pada Jumat (26/07/2029) malam.
Aksi protes tersebut dipicuh,karena Camat Bacukiki tidak memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya untuk membahas terkait penempatan pembanguna Tribun Mini.
Dari pantuan timeberita.com, ditempat pertemuan tersebut Camat Bacukiki Iskandar Nusu yang membuka agenda pertemuan tersebut, kemudian dilakukan pemaparan dengan penayangan gambar 2 dimensi Tribun Mini yang akan dikerjakan.
Namun, setelah penyangan gambar tersebut,Camat Bacukiki langsung menutup pertemuan tersebut tampa memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya dan usulannya, terkait penempatan pembangunan Tribun Mini tersebut.
Dengan demikian, spontan masyarakat naik pitam dan meminta kepada Camat Bacukiki untuk diberikan waktu untuk berbicara, tetapi Camat Bacukiki Iskandar Nusu mengatakan. “Kalau tidak puas jika, silahkan melapor tempuh jalur hukum. Tidak ada lagi sesi tanya jawab disini,”katanya dengan nada agak tinggi.
Masyarakat yang tidak dapat membendung emosi langsung meninggalkan tempat pertemuan dan mengucapkan. “Untuk apa kami diundang disini, kalau kami tidak diberikan kesempatan untuk berbicara. Kenapa ada pembangunan tidak ada penyampaian sebelumnya,”teriaknya sembari meninggal lokasi pertemuan. Kondisi memanas pun tidak dapat dibendung, hingga akhirnya pertemuan tersebut selesai.
Sudi, warga Lemoe, mengatakan, Selama pembangunan Tribun Mini itu menggunakan Lapangan, kami
menolaknya.
“Sudah sangat jelas, pemerintah saat ini, ingin menguasai lapangan ini. Sebelumnya sekira tahun
2016 yang lalu, sempat juga ada perencenaan pembangunan di lapangan ini. Tetapi kami tolak, dan
alhamdulillah pembangunan itu tidak jadi dilasanakan. Sekarang pemerintah kembali melakukan
pembangunan dengan menggunakan lapangan, tentunya kami tolak. Kami berikan solusi untuk
penempatan pembangunan untuk tidak menggunakan lapangan, ada lokasi yang kosong di bagian belakang gawang yang masih memadai,”jelasnya.
Dia menambahkan, karena Camat Bacukiki memaksakan pembangunan Tribun Mini tetap
menggunakan lapangan, maka kami akan dilakukan langkah selanjutnya, sebagai bentuk penolakan.
“Kami akan menyampaikan aspirasi kami ke DPRD. Dan kami akan menghadap ke Kapolres Parepare
untuk somasi. Tujuannya ‘Jika dikemudian hari terjadi aksi anarkis selama pekerjaan
tersebut dilaksanakan,”tegasnya.
Menurutnya, jika memang DPRD tidak mampu memberikan solusi, maka ini akan dilaporkan kepihak
penegak hukum.
“Kami tidak dapat memberikan jaminan, jika dikemudian hari ada tindakan anarkis, jika pekerjaan itu
tetap dilanjutkan yang menggunakan lapangan,”tutupnya.(*)