KPP Menyoal Proyek Balai Nikah KUA Ujung Yang Rubuh

PAREPARE, TIME BERITA.COM — Koalisi Peduli Pare (KPP) menyoal pekerjaan proyek Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ujung yang rubuh. Hal itu dikatakan Inisiator KPP Ruslan Nawir, Minggu (27/09/2020).

Di mengatakan, rubuhnya proyek ratusan juta itu perlu diusut tuntas.

“Ini sudah jelas ada kesalahan dalam pekerjaan, Ini dimungkinkan pekerjaannya tidak mengutamakan kualitas dan tidak sesuai perencanaan,”katanya.

Menurutnya, Sesuai informasi, ada tiga orang pekerja yang tertimpah dan 1 orang dinyatakan meninggal ditempat dan yang 1 lagi meninggal di Rumah Sakit sementara yang 1 mengalami patah tulang dan masih dalam perawatan.

“Rekanan bisa dituntut dengan Undang-undang Ketenagakerjaan. Apakah para pekerja dilengkapi pengaman atau tidak dan menjadi pertanyaan apakah pekerja ini terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,”katanya.

Selain itu, Rekanan juga harus bertanggungjawab penuh atas meninggalnya pakerja.

“Ini musibah. Tapi kami sangat menyangkan rubuhnya pekerjaan itu yang mengakibatkan pekerjanya meninggal dunia,”katanya.

Dia berharap agar aparat penegak hukum turun tangan mengusut kejadian ini.

Dia menyebutkan, proyek ini dikerjakan CV. Karmida Mitra Bersama dengan nilai kontrak sebesar Rp 773.399.000 bersumber dari APBN/SBSN (Tahun 2020) melalui Kementrian Agama Republik Indonesia Kantor Kementria Agama Kota Parepare.

Sementara konsultan pengawas yakni, CV Karajae Konsultan.

“Selain rekanan, Konsultan pengawas juga harus bertanggungjawab. Karena dia (Konsultan Pengawas) bertanggungjawab akan kualitas dan tekhnis pekerjaan,”katanya.(Cr)

REDAKTUR

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting forĀ http://sneeit.com