PAREPARE, timeberita.com – Kisah tragis menimpa Sahara (62), seorang perempuan paruh baya yang tewas setelah tersambar petir saat mengendarai motor di Parepare, Sabtu kemarin. Bukan sambaran petir yang langsung merenggut nyawanya, melainkan benturan keras di kepala setelah ia terlempar dari kendaraannya.
Hasil visum di RSU Andi Makkasau Parepare mengungkapkan adanya luka bakar di punggung korban. Hal itu mematahkan asumsi awal warga yang mengira Sahara tewas karena kecelakaan tunggal biasa.
“Kalau kecelakaan biasa, tidak mungkin ada luka bakar di punggung. Jadi awalnya korban disambar petir, lalu terlempar sekitar satu meter dari motornya. Saat jatuh itulah kepalanya membentur benda keras, kemungkinan batu,” jelas dr. Reny AS, Direktur RSU Andi Makkasau.
Dokter IGD yang menangani korban mendapati korban mengeluarkan darah segar keluar dari telinga dan hidung (epistaksis). Sahara disebut masih hidup saat tersambar petir, namun benturan di kepala langsung menyebabkan kematian di tempat.
Tragedi yang Bisa Dikurangi dengan Helm
Satu fakta menyedihkan lainnya: Sahara tidak mengenakan helm saat kejadian.
“Disinilah pentingnya helm. Saat jatuh, kepala tidak terlindungi sama sekali. Benturan langsung ke benda keras jadi fatal,” tegas dr. Reny.
Lurah Lompoe, Asmianti, yang ikut melihat korban di rumah sakit bersama Wali Kota dan dokter Reny, membenarkan temuan luka bakar di punggung sebagai tanda jelas sambaran petir.
“Saat kena petir, beliau masih hidup. Tapi karena terlempar dan kepala terbentur benda keras, itulah yang menyebabkan meninggal,” ujarnya.
Walikota Parepare, Tasming Hamid langsung turun melihat langsung korban di RSU Andi Makkasau Parepare.
Tasming Hamid turut berduka atas meninggalnya almarhumah setelah ditimpa musibah dan keluarganya diminta tetap tabah dan ikhlas serta sabar menerima cobaan dari Allah.
Imbauan Kapolres: Jangan Sepelekan Helm
Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada Yuda, menegaskan bahwa penyebab kematian adalah benturan kepala pasca tersambar petir. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin memakai helm.
“Baik jarak dekat maupun jauh, pakai helm. Helm adalah pengaman utama kepala saat jatuh dari kendaraan. Ini pelajaran berharga bagi kita semua,” tegasnya. (**)