PAREPARE, TIME BERITA, — Kekecewaan sala satu atlet Karate Kota Parepare, A Rifara Defi, yang diduga uang hadianya ‘ditilep’ orang lain. Terpaksa memilih untuk memwakili daerah lain, yakni Kabupaten Gowa pada turnamen kejuaran Bupati Gowa Cup Karate Open Turnamen Tahun 2019, yang digelar sejak tanggal 6 hingga 8 September yang lalu. Pada ajang turnamen tersebut A Rifara Defi keluar menjadi juara III.
“Saya ikut turnamen itu dengan membawa nama Kabupaten Gowa, bukan Kota Parepare. Karena kesal dan kecewa setelah mengetahui, jika selama ini kami mendapat uang dari hadiah, tapi tidak pernah kami dapat,”urai A Rifara Defi yang dihubungi melalui telepon genggamnya. Senin (9/09/2019).
A Rifara Defi menjelaskan, dirinya sudah sering mengikuti kejuaran sejak tahun 2007 semasa dirinya duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar (SD) di Kota Parepare.
Dan pada saat dirinya mengikuti kejuaran pada tahun 2015 pada pertandingan antar pelajar Sesulsel untuk cabang olahraga Karate, di Sudian Kota Makassar. 5 orang keluar sebagai juara termasuk dirinya.
Dia menyebutkan, untuk peraih juara III itu 4 orang termasuk dirinya, dan ada satu orang yang mendapat juara I.
“Saya bersama lima orang lainnya mendapat juara, kalau saya dapat juara III dan satu orang dapat juara I. Pada saat itu, kami hanya mendapat, Sertifikat dan Medali,”uarinya.
Lebih jauh A Rifara Defi menjelaskan, Namun, pada tahun 2017 yang lalu, telah dilakukan pertemuan dengan para atlet di Kota Parepare. Pada pertemuan itu atau forum itu, salasatu peserta merasa curiga dengan pertanggunjawaban yang disampaikan oleh penanggunjawab pada forum itu.
Dengan demikian, dirinya dihubungi oleh peserta forum tersebut, untuk mempertanyakan adanya uang yang diberikan kepada atelt yang berprestasi.
“Uang itu, mulai dari biaya transportasi, penginapan dan lainnya. Bahkan dalam laporan itu, disebutkan ada uang hadiah sebesar Rp2 juta untuk juara I dan Rp1 juta untuk juara III, tapi itu tidak ada yang kami terimah,”jelasnya.
Dengan demikian, untuk klarifikasi, hal itu disampaikan kepada Bendahara Forki, Tetapi jawabnya, ‘Tidak ada itu uang, karena ada pajak yang dibayar’.
“Jadi kami tidak bisa apa-apa. Tapi baru-baru ini, senior saya, tanya mengenai turnamen di Kabupaten Gowa. Beliau tanya kenapa bukan bawa nama Kota Parepare, maka saya sampaikan jika ada kejadian seperti ini. makanya itu dipertanyakan lagi,”akuhnya.
Dia menambahkan, dirinya terakhir membawakan nama Kota Parepare pada turnamen yang diikutinya sejak tahun 2017 yang lalu pada Pra Porda yang digelar di Makassar. Dan pada 2018 lalu, dirinya ikut di kejuaran nasional (Kejurnas) dengan membawakan nama Kota Makassar, karena dirinya sudah tinggal di Kota Makassar yang sedang melanjutkan pendidikan di bangku kuliah di sala satu perguruan.(*)