PAREPARE, timebeita.com – Setelah penantian panjang selama lebih dari empat bulan, akhirnya jabatan Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PAM) Tirta Karajae periode 2026-2031 resmi terisi. Abdul Azis dilantik oleh Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, di Auditorium BJ Habibie, Jumat (24/4/2026) pagi.
Pelantikan yang digelar sekitar pukul 10.00 Wita ini langsung disambut dengan pesan keras dari orang nomor satu di Parepare. Tasming tidak ingin perubahan hanya sekadar seremoni.
“Jika masyarakat tidak terlayani dengan baik, itu bisa menjadi dosa jariyah. Namun sebaliknya, jika pelayanan dilakukan dengan tulus, insya Allah akan menjadi amal jariyah bagi seluruh jajaran PAM,” ujar Tasming dalam sambutannya.
Ancaman Krisis Iklim & El Nino
Yang membuat pidato Wali Kota ini menarik adalah pengakuannya bahwa Parepare saat ini sedang “dibayangi krisis iklim”. Tasming secara blak-blakan menyebut tantangan terbesar tahun ini adalah fenomena El Nino yang diprediksi bertahan hingga September.
“Tahun ini berbeda. Jika kita hanya melakukan cara-cara lama seperti tahun lalu, masyarakat pasti akan mengeluh. Saya tidak mau direktur baru hanya duduk di zona nyaman,” tegasnya.
Tasming memerintahkan Abdul Azis untuk bergerak cepat melakukan mitigasi dini. Jangan sampai masyarakat kebingungan saat distribusi air mulai terganggu.
Respons Direktur Baru: “Kami akan Rapat Koordinasi”
Menanggapi instruksi “darurat” tersebut, Direktur PAM Tirta Karajae yang baru dilantik, Abdul Azis, mengaku tidak akan langsung membuat gebrakan tanpa perencanaan. Langkah pertama yang ia ambil justru klasik namun strategis: mengumpulkan semua manajer dan asisten manajer.
“Kita akan koordinasikan dulu apa yang menjadi PR (Pekerjaan Rumah) dari bapak Wali Kota. Langkah-langkah selanjutnya insya Allah kita tetapkan setelah rapat koordinasi internal,” pungkas Azis singkat.
Publik Parepare kini menanti: Akankah wajah baru di PAM Tirta Karajae ini mampu membawa terobosan, atau justru harus berurusan dengan “dosa jariyah” yang diingatkan Wali Kota? (**)