Energi Ramah Lingkungan Untuk Masa Depan Bumi

Penulis : Sudarmono

PAREPARE, timeberita.com — Sumber energi di muka bumi ini sangatlah banyak, namun tidak semua sumber energi itu dapat berlangsung lama.

Tidak hanya itu, sumber energi yang baik tentunya yang dapat diperbaharui atau kata lain tidak ada habisnya serta baik untuk lingkungan agar tidak merusak alam, Jumat (13/05/2022).

Sumber energi yang ramah lingkungan, kita dapat rasakan setiap harinya, yakni seperti cahaya Matahari dan Anging. Dua sumber energi ini tentunya tidak ada habisnya dan tentu dapat berlangsung lama.

Perlu diketahui, jika dua sumber energi ini dapat dikatakan belum banyak negara yang memanfaatkannya dengan baik. Hal itu dikarenakan biaya yang sangat tinggi untuk membangun fasilitasnya.

Di Indonesia, potensi energi Matahari sangat besar yakni sekitar 4.8 KWh/m2 atau setara dengan 112.000 GWp, namun pemanfaatannya belum maksimal, hanya sekira 10 MWp saja.

Walaupun saat ini, pemerintah Indonesia menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpasang hingga tahun 2025 mendatang sebesar 0.87 GW atau sekitar 50 MWp setiap tahun,Tapi itu masih sedikit dari jumlah potensi yang ada.

Cahaya Matahari dan Angin dapat digunakan sebagai sumber energi baru dan terbarukan dengan mengubah cahaya Matahari menjadi energi listrik dengan bantuan sel surya (solar cell) dan laju Angin digunakan untuk mengubah energi kinetik menjadi energi listrik dengan bantuan pembangkit listrik tenaga Angin.

Menurut Badan Energi Internasional (IEA), Inggris memiliki ketersedian energi mencapai 30 persen pada tahun 2024 mendatang dan sebelumnya, Inggris mencapai tonggak sejarah energi terbarukan yang menakjubkan pada tahun 2020 lalu.

Revolusi industri ini sudah dimulai sejak dua abad yang lalu, yakni saat ditemukan cara meningkatkan efisiensi kerja menggunakan sumber energi fosil. Energi murah ini telah menjadi bagian dari kemajuan yang terjadi dalam beberapa abad terakhir.

Industri berkembang pesat menjadikan kehidupan semakin baik dari sebelumnya. Oleh karena itu, akses energi merupakan salah satu dasar kekuatan yang mendorong pembangunan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa “Energi sangat penting untuk hampir setiap tantangan dan peluang besar yang dihadapi dunia saat ini.” Namun, meskipun sumber energi fosil membawa banyak manfaat, sayangnya juga membawa dampak negatif yang signifikan.

Istilah energi ramah lingkungan hingga saat ini dikenal luas sebagai energi yang bersumber dari alam dan bukan energi fosil, seperti energi terbarukan yang didefinisikan sebagai energi yang dapat diperbarui dan tidak pernah habis. “Energi ramah lingkungan kerap pula didefinisikan sebagai sumber energi yang tidak mencemari lingkungan,”. (Energi ramah lingkungan/Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).

Saat ini, Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk beralih dari energi fosil ke energi terbarukan. Energi yang bersumber dari fosil seperti batu bara dan minyak bumi memiliki beberapa kekurangan dalam pemanfaatannya.

Menurut Sri Mulyani Indrawati Pembicara International Student Energy Summit Bali menyebutkan, Sektor energi memiliki potensi sangat tinggi untuk mengentaskan kemiskinan.

Tanpa listrik, perempuan dan anak perempuan harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengambil air, klinik kesehatan tidak bisa menyimpan vaksin, anak-anak tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah di malam hari, pengusaha kurang kompetitif, dan negara tidak bisa menggerakkan ekonomi.

Di Afrika, tantangan sangat besar untuk menyediakan listrik. Misalnya di Ethiopia dengan penduduk 91 juta orang, dimana 68 juta penduduk masih hidup dalam kegelapan.

Pembangunan ekonomi yang infklusif adalah cara paling efektif untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Tetapi sebagian besar kegiatan ekonomi mustahil dilakukan tanpa tersedianya energi modern yang cukup, handal, dan memiliki harga yang kompetitif.

Kemajuan teknologi yang pesat telah menurunkan biaya energi terbarukan bagi tiap orang. Sekarang melihat investasi skala besar dalam energi terbarukan yang sudah umum, seperti tenaga air, teknologi maju seperti tenaga panas bumi, matahari dan angin.

Tantangan ekonomi yang lain bagi banyak negara adalah modal besar untuk energi terbarukan yang sulit diperoleh sementara situasi penuh risiko seperti saat ini.

Sementara, Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia melalui siaran persnya mengatakan, Kondisi yang terjadi saat ini pada pasar energi dunia yaitu meroketnya harga gas dan batu bara, disusul kenaikan harga minyak. Hal ini menyebabkan terjadinya krisis energi di Eropa, khususnya Inggris, serta di Tiongkok.

“Kondisi ketidakpastian yang semakin tinggi tersebut mewarnai sektor energi dunia yang berdampak kepada semua negara, termasuk Indonesia. Untuk itu, Pemerintah terus berupaya memperbaiki iklim investasi guna meningkatkan daya saing investasi di sektor energi melalui berbagai insentif. Hal itu akan meningkatkan penerimaan negara yang dapat dipergunakan sebagai modal pembangunan nasional,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) International Energy Conference secara virtual di Jakarta, Rabu (06/10/2021).

Untuk jenis energi terbarukan cahaya Matahari dapat diperoleh dengan menangkap energi radiasi dari sinar matahari dan mengubahnya menjadi panas, listrik, atau air panas. Sistem fotovoltaik (PV) dapat mengubah sinar matahari langsung menjadi listrik melalui penggunaan sel surya.

Salah satu manfaat energi Matahari adalah fungsi sinar matahari tidak terbatas. Dengan teknologi untuk memanennya, ada pasokan energi Matahari yang tidak terbatas.

Sementara, tenaga Bayu (Angin), dapat diperoleh menggunakan turbin dan mengubahnya menjadi listrik. Ada beberapa bentuk sistem yang digunakan untuk mengubah energi angin dan masing-masing berbeda.

Sistem pembangkit tenaga angin kelas komersial dapat memberi daya pada banyak organisasi yang berbeda, sementara turbin angin tunggal digunakan untuk membantu melengkapi organisasi energi yang sudah ada sebelumnya.

Manfaat, Jenis energi ini adalah sumber energi bersih, artinya tidak mencemari udara seperti bentuk energi lainnya. Energi angin tidak menghasilkan karbon dioksida, atau melepaskan produk berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan atau berdampak negatif terhadap kesehatan manusia seperti kabut asap, hujan asam, atau gas penangkap panas lainnya.

Investasi dalam teknologi energi angin juga dapat membuka jalan baru untuk pekerjaan dan pelatihan kerja, karena turbin di pertanian perlu diservis dan dipelihara agar tetap berjalan.

Jumlah energi yang dihasilkan dari kedua sumber energi tersebut tidaklah konstan sepanjang tahun. Ada kalanya jumlah sinar Matahari menurun ketika cuaca berawan dan melimpah ketika cerah. Demikian juga dengan banyak sedikitnya angin. Untuk itu diperlukan media penyimpan energi yang efisien yang dapat digunakan kembali pada saat dibutuhkan atau kekurangan pasokan energi.(*)

Sudarmono

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting for http://sneeit.com

Tinggalkan Balasan