Bergerak Tanpa Sekat Menuju Parlamen

PAREPARE, TIME BERITA, — Pada perhelatan calon anggota Legeskatif (Caleg) yang akan digelar pada 17 April mendatang, Berbai wajah yang tampil menghiasai pemandangan dengan berjejeran di sepanjang jalan, bahkan baliho-baliho pun tak luput dari pandangan disetiap sudut kota.

Untuk meraih suara sebanyak-banyaknya, tentunya sudah menjadi harapan bagi seluruh Caleg yang ikut dalam perhelatan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Strategi dan langkah politik pun menjadi rahasia dan senjata para Caleg untuk mendapat simpatik dari masayarakat sebagai calon pemilih.

Baik, petahana (Calon angggota DPRD yang masih menduduki jabatan) maupun pendatang baru, harus turun gunung menyalami dan mensosialisasikan diri.

Bukan main-main, Caleg-caleg yang maju pun harus menyiapkan kemanpuan penuh pada perhelatan Pileg ini. Bukan hanya kemanpuan, fisik, Tetapi kemanpuan finansial pun menjadi tolak ukur untuk menduduki jabatan Politik ini.

Pergerakan,dari hulu hingga kehilir terus digencarkan. Tak lagi mengenal waktu, Siang dan Malam. Para Caleg ini terus bergerak untuk memanfaatkan waktu yang tersisa sekira dua pekan kedepan.

Andi Rista I Tanrasula

Seperti halnya,Caleg Provinsi Sulwesi Selatan Dapil 6, partai Golkar nomor urut 3. Andi Rista I. Tanrasula, ST. yang terus bergerak tampa sekat disemua kalangan untuk mensosialisasikan dirinya. Aktivis perempuan ini tertarik terjun kedunia politik, karena masih melihat banyaknya hak dan aspirasi masyarakat yang belum terjawab.

Dengan modal kepercayaan diri dengan jiwa sosial yang dimilikinya merasa terpanggil untuk ikut dalam perhelatan Pileg 2019 ini.

“Saya ingin melakukan hal yang terbaik untuk masyarakat, dan tidak harus memilih siapa yang harus di perjuangkan. Intinya, semua masyarakt wajib mendapatkan haknya,”ujarnya.

Menurutnya,untuk mendapat simpatik dari masyarakat, yang dibutuhkan adalah hubungan emosional dan silaturahmi yang baik. “Seperti itulah kiranya,sebagai calon perwakilan rakyat, yang harus turun langsung
kepada masyarakat, agar kita tau apa sebetulnya yang dibutuhkan mereka. Tidak hanya turun pada saat kita butuhkan mereka, tetapi saat mereka butuhkan kita,maka disitulah kita wajib datang,”tutupnya.

Ir. Andi Rista Irawati Tanrasula, yang lahir di Wanuae 14 Mei 1973,bertempat tinggal di Taman Sudiang Indah Blok B2 No 9 Makasar. Lulusan Universitas Muslim Indonesia (MUI) Jurusan Teknik Sipil Tahun 1997. Memiliki pengalaman kerja sebagai konsultan diberbagai proyek besar di tanah air sejak 2004 lalu, serta pengalaman organisasi yang bergerak dibidang kemanusian.(*)

REDAKTUR

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting forĀ http://sneeit.com