* FPU Berterima Kasih Atas Dukungan Terlaksananya Shalat Ied
PAREPARE, TIME BERITA .com — Ketua Forum Peduli Ummat (FPU) kota Parepare, Abd Rahman Mappagiling melalui kordinator massa & aksi FPU Kota Parepare, Rahman Saleh berterima kasih kepada warga dan jamaah mesjid yang telah melaksanakan ibadah shalat idul fitri (Ied) 1 syawal 1441 H/2020 di 33 mesjid se kota Parepare.
FPU sebelumnya sudah menyampaikan kepada ummat muslim di kota Parepare agar tetap melaksanakan ibadah shalat ied di mesjid walaupun bertentangan dengan surat edaran pemerintah kota Parepare yang ditanda tangani walikota Parepare, H.M Taufan Pawe.
Rahman Saleh yang disapa Arsal mengatakan masyarakat kota parepare dapat merasakan keharuan dan kegembiraan merayakan hari kemenagan dgn shalat idul fitri berjamaah di Masjid.
Upaya FPU mengajak masyarakat memakmurkan Masjid saat idul fitri bukan dimaksudkan berseberangan dgn kebijakan pemerintah, tapi semata karena menterjemahkan Fatwa MUI pusat yg tetap memberikan ruang bagi masyarakat yang hendak melaksanakan ibadah secara berjamaah dimasa pandemi, khususnya bagi mereka yg berada di daerah terkendali penyebaran covid 19.
“Kami berasumsi Parepare masih dalam kondisi terkendali, mengingat belum ditetapkan PSBB dan aktifitas kehidupan sosial ekonomi masyarakat normal. hanya saja terkesan pemkot yang terlampau mendramatisir keadaan mencekam tanpa memberikan informasi yang jelas tentang kondisi riil pasien yg dinyatakan positif dan jumlah pasien yang sudah dinyatakan sembuh.”jelasnya.
Lanjut, Arsal, ketidakpastian ini justru timbulkan keresahan dan kecemasan ditengah masyarakat akhirnya banyak yang sakit bukan kerena covid 19 tapi sakit karena gangguan fikiran (Psikosomatik) .
Itu disebabkan, kata Arsal, dimana jamaah Masjid membandel dikerahkan pasukan bersenjata dan pengurus Masjid , imam yang membangkang diadili di Mako Brimob. Akhirnya kekebalan tubuh masyarakat menurun karena diteror sehingga rawan kena covid.
“Jadi cara amatiran pemkot inilah yang justru dapat memicu peningkatan covid di Parepare, bukan karena Masjid banyak terbuka shalat berjamaah.”terangnya.
Sebelum masuk masjid, kata Arsal, semua berwudhu dan Mandi serta berdoa agar Virus diangkat oleh Allah SWT. itulah ironi kota santri dan Ulama,” kita beragama hanya sebatas chasingnya saja. Wallahu’alam bissowab.”tutupnya. (***)