Sudah Diresmikan Gubernur, Proyek Rumah Impian Belum Rampung

PAREPARE, timeberita.com – Progres proyek Rumah Impian Kota Parepare hingga kini belum rampung sementara proyek tersebut sudah diresmikan oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Andi Sudirman Suleman  pada acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Parepare bulan lalu, Rabu (05/04/2023).

Peresmian proyek Rumah Impian ini bersamaan dengan peresmian Sembilan proyek lainnya yang dikerjakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare untuk anggaran tahun 2022.

Walaupun, progres pembangunan sudah memasuki tahap 95 persen per 30 Maret lalu, tentunya pihak pelaksana harus menanggung beban denda yang harus dikembalikan ke nagara.

Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Parepare Abdul Latief yang dihubungi melalui telepon genggamnya belum memberikan keterangan dan hanya mengarahkan untuk menghubungi Kepala Bidang yang bersangkutan.

“Saya masih rapat, Silahkan hubungi kepala bidangnya, Andi Hasbullah,”katanya melalui pesan singkat WhatsApp-nya, Rabu (04/045/2023).

PPTK Dinas Perkimtan Kota Parepare Andi Hasbullah yang ditemui mengaku, hingga saat ini pekerjaan masih sementara berjalan dan akan diselesaikan dalam waktu dekat.

“Saat ini sudah masuk 95 persen itu sampai 30 maret 2023 lalu. Masih ada dalam tahap proses pembangunan dan sebagain sudah masuk tahap pinising. Tahun ini ada 50 unit, menggunakan dana APBD tahun 2022 kurang lebih Rp3,7 milliar,” bebernya.

Ditanyai, faktor penyebab keterlambatan pekerjaan, Andi Hasbullah menyebutkan itu banyak faktor, diantaranya, musim penghujan, cuaca ekstrem dan waktu kerja di Desember lalu.

“Faktor keterlambatan, itu sudah terlambat memang sejak akhir Desember 2022, memang tidak bisa diselesaikan dan ada bencana di februari 2023 dan faktor lain juga, karena cuaca ekstrem dan musim penghujan,”jelasnya.

Untuk pelaksana, sampai saat ini masih diberikan waktu kesempatan penyelesaian pekerjaan. Ada waktu pertama dan kedua. “Sekarang sudah diberikan waktu kedua untuk menyelesaikan. Dan selama penyedia siap untuk menyelesaikan pekerjaannya, maka kami berikan kesempatan dengan konsekoensi harus bayar denda,” jelasnya.

Dia menyebutkan, sudah ada 20 atau 30 unit rumah yang sudah selesai dan sudah ditempati oleh penerima manfaat, sementara yang lainnya proses pinising sepeti pengecetan dan pemasangan pintu.

“Insya allah dua pekan terkahir sudah bisa selesai, bahkan pihak penyedia sudah sampaikan minggu depan sudah mau serah terimah, tapi tidak semudah itu, karena pasti kami turun melakukan verifikasi dan pemeriksaan apakah sudah sesuai atau tidak,”tutupnya.(*)