PAREPARE, Timberita.com – Turnamen Domino Walikota Cup di Parepare berakhir ricuh dan menuai protes keras dari peserta, khususnya yang datang dari Kota Palu. Aksi protes tersebut dipicu oleh ketidakonsistenan panitia dalam menjalankan turnamen, yang menyebabkan kerugian materiil bagi peserta dari luar daerah.
Kejadian yang berlangsung pada Sabtu (6/9/2025) itu memanas karena turnamen yang telah dipungut biaya pendaftaran tersebut tiba-tiba dihentikan tanpa kejelasan. Frustasi karena merasa dirugikan, puluhan peserta asal Palu mengancam akan mendatangi langsung kediaman Ketua Panitia, Anwar Saad, untuk menuntut pertanggungjawaban.
“Sampai sekarang kegiatannya tidak dilanjutkan. Kami sudah bayar, tapi kami tidak dapat apa-apa. Yang kami inginkan sekarang uang kami dikembalikan,” ujar Adi, salah satu keluarga peserta yang datang dari Palu, ketika dihubungi via WhatsApp pada Ahad (7/9/2025).
Adi menegaskan bahwa rencana untuk mendatangi rumah Ketua Panitia adalah langkah terakhir yang akan mereka ambil jika tidak ada kejelasan. “Rencana kami mau datangi rumahnya panitia untuk meminta pertanggungjawaban. Ini sudah merugikan kami,” tegasnya.
Sebagai bukti transaksi, para peserta telah mengumpulkan sejumlah bukti transfer yang dilakukan ke rekening atas nama Anwar Saad. Bukti-bukti ini rencananya akan mereka bawa untuk melakukan klaim.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Ketua Panitia, Anwar Saad, mengenai protes yang dilayangkan oleh para peserta dari Palu tersebut. Situasi masih tegang dan para peserta menunggu solusi konkret agar masalah ini tidak berujung pada aksi yang tidak diinginkan.(**)