A.A : semua beritanya benar, saya mohon maaf atas masalah ini.
PAREPARE, timeberita.com – Terungkapnya di media terkait dugaan penganiayaan dilakukan SP warga binaan Lapas II kota Parepare, disebabkan saat orangtua A.A bernama Asia di telpon oleh SP pada hari Jumat (24/6/22) siang di kantin.
SP menelpon ke ibu kandung A.A agar anaknya jangan selingkuh, namun Asia tidak terima atas perbuatan SP kepada A.A.
Usai menelpon, Asia menceritakan kepada Lening bersama rekannya terkait perlakuan SP kepada anaknya bernama A.A.”Dia telah menampar anak saya, dikira anak saya selingkuh,”kata Asia menjelaskan kepada Lening yang saat itu makan Indomie.
Dari sinilah masalah ini tercium oleh media lalu di konfirmasi langsung kebenaranya kepada A.A melalui via selulernya sekitar pukul 17:30 Wita lalu membenarkan apa yang diungkapkan oleh orangtuanya itu bahwa SP telah menganiayanya.
Hal itu juga berita ini tersebar membuat kepala lapas Parepare, Zainuddin lagi gelish mengenai adanya warga binaan melakukan dugaan penganiayaan terhadap istrinya.
Munculnya berita ini, esoknya, Sabtu (25/6/22) kalapas Parepare langsung memanggil SP dan istrinya A.A untuk klarifikasi masalah ini dan diliput oleh dua media lokal.
Setelah kalapas klarifikasi kepada SP dan A.A (suami-istri) tersebut maka Kalapas meminta kepada A.A untuk membantah berita sebelumnya terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh SP kepada istrinya A.A dan siap melaporkan media yang telah menulis berita tidak benar itu
Munculnya berita ini ternyata tidak menyelesaikan masalah bahkan justru memperkeruh masalah dan Kalapas memanggil kembali wartawan dan A.Amelia di kafe Amaish agar meluruskan kembali beritanya.
Kalapas menyampaikan kepada wartawan agar semua berita dimuat dihapus semua ataukah A.A kembali klarifikasi kebenaran berita tersebut.”saya harap jangan ada polemik di media soal lapor polisi itu tidak ada,”jelas Kalapas, Zainuddin.
Lanjut, Zainuddin, membenarkan, kalau SP dikawal oleh petugas Lapas pergi mengantar print yang lagi rusak di bawah ke tukang servis di jalan Baumassepe untuk di perbaiki, lalu SP meminta kepada pegawai Lapas agar memutar ke jalan jendral Sudirman mau ke kantin dekat pengadilan dan kantor Depag untuk bertemu A. Amelia istrinya. Saat bertemu bukannya melepas rindu tapi terjadi cekcok antara SP dan A.A sehingga terjadi dugaan penganiayaan.
“Kami tidak menyangka jika SP pergi temui Istrinya hanya untuk ribut, padahal SP sudah dapat asimilasi sebelum bebas pada awal Juli bulan depan, adanya perbuatan pelanggaran yang dilakukan maka berhak kami mencabut asimilasinya,”kata Zainuddin.
Ia juga berjanji menindak tegas pegawai Lapas yang mengantar SP bertemu dengan A.Amelia sehingga terjadi keributan.
Sementara, A.Amelia mengakui kalau dirinya cekcok dengan suaminya (SP) dan terjadi penganiayaan hanya karena di tuduh selingkuh tanpa ada bukti.”itulah masalah sebenarnya dan saya membenarkan pernyataan orangtua saya adanya penganiayaan,”jelasnya.
Amelia berharap agar masalah menyangkut tentang dirinya agar tidak lagi diberitakan, ia juga membenarkan adanya kejadian penganiayaan yang dilakukan oleh SP terhadap dirinya.
“Kejadian itu pada hari Senin (20/6/22) di kantin ibu saya, banyak yang tau kejadian itu baik pihak staf kejaksaan, staf Depag maupun staf pengadilan karena kantin mama saya berada dekat di kantor tersebut,”tuturnya.
Lanjutnya, kenapa ngak ada luka berbekas di waja akibat dipukul sama SP suaminya itu karena ia langsung kompres pakai es batu agar tidak memar.
Mengenai ia mau melaporkan hal ini ke polisi karena berita tidak benar yang mengakibatkan nama baiknya tercemar, menurut, A. Amelia itu tidak benar,”saya tidak mau perpanjang masalah ini, kalaupun ada ucapan saya yang salah mohon di maafkan, cukup sampai disini saja beritanya,”pintahnya.
A.Amelia tidak mau menyalahkan media soal berita ini karena semuanya benar ada kejadian sehingga A.A memohon kepada media yang memuat masalahnya agar cukup selesai di kafe Amaish.
“Mestinya kedua wartawan yang wawancarai saya di lapas harus hadir di amaish agar tidak ada lagi pemberitaan soal dirinya, saya bingung,”jelasnya.
Yang jelas, Kata A.Amelia bahwa itu berita semua benar tidak ada yang keliru karena ada memang masalah pada hari Senin dan itu sudah rahasia umum.
Terpisah, Lening salah satu pembeli yang berada di kantin milik Asia atau ibu A.Amelia sedang berbicara dengan SP lalu ribut saat menelpon.”saya mendengar Asia orangtua meme alias Amelia terkait masalah penganiayaan dilakukan SP kepada Amelia terkait dituding selingkuh.”jelasnya.
Lanjutnya, itu pengakuan orangtua Amelia kepada dirinya mengenai kronologis kejadian penganiayaan dilakukan SP kepada Amelia pada hari Senin lalu.”memang benar ada kejadian penganiayaan dilakukan SP kepada Amelia sesuai pengakuan mamanya Amelia sendiri,”tuturnya.
Sementara, Nuzul Qadriy selaku ketua LSM IKRA yang diundang oleh kalapas Prepare di kafe Amaish termasuk A.Amelia hadir untuk meluruskan berita dugaan penganiayaan yang dilakukan SP dan pada dasarnya Korban penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku sudah dibenarkan oleh Amelia sendiri saat dikonfrontir mengenai benar terjadi penganiayaan.
“Kebetulan saya juga di undang oleh kalapas di kafe Amaish dan juga Amelia diundang lalu di hadiri wartawan yang memuat berita ini dan pada intinya Amelia akui adanya dugaan penganiayaan dilakukan SP kepada dirinya,”jelasnya.
Lanjut, Nuzul mengatakan ada dua masalah terjadi dalam pemberitaan yaitu SP keluar dari Lapas dan SP telah menganiaya istrinya Amelia sehingga Kalapas turun tangan untuk segera menyelesaikan masalah ini agar tidak menjadi polemik di media.
Terpisah, Muh.H.Y Rendy menanggapi lagi masalah ini bahwa adanya pengakuan A.Amelia dengan membenarkan ada penganiayaan maka sudah jelas beritanya benar dan tidak perlu lagi di persoalkan karena ada pengakuan korban sendiri dan juga ada pengakuan kalapas bahwa SP keluar tinggalkan Lapas diduga pergi menganiaya istrinya.
Kejadian seperti ini sudah jelas adanya kelalaian di lakukan oleh pihak lapas memberikan kebebasan penuh kepada SP walaupun dapat asimilasi bukan berarti bebas berkeliaran diluar Lapas.
“Sepertinya diduga didesain agar ada yang lepas tanggung jawab masalah ini sehingga Kalapas bebas dari pemberitaan yang menyudutkan dirinya adanya tahanan bebas melakukan dugaan penganiayaan, ini menjadi pertanyaan adanya kontra versi di media yang membuat bumerang kalapas sendiri,”kata praktisi hukum ini.
Lanjutnya, bahwa A.Amelia membenarkan berita dugaan penganiayaan itu, lalu membantah lagi setelah A.Amelia dari lapas, dan A.Amelia baru membuat pernyataan media lain bahwa tidak ada peristiwa penganiayaan.
,”ini sangat lucu, kuncinya kalau tidak benar itu berita kenapa kalapas mengundang kembali Amelia, LSM IKRA dan wartawan yang memuat berita tersebut di undang ke kafe Amaish, jadi sudah jelas berita dugaan penganiayaan sudah benar yang dilakukan SP kepada istrinya,” tuturnya.(**tim)