PAREPARE, TIME BERITA — Adanya pasien yang mempertanyakan kekosongan obat di Poli Jiwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau yang disebarkan melalui akun Fecebook (Fb) milik Agus Tilaar, Membuat dr Reny Angraini Direktur Rumah Sakit angkat bicara. Rabu (06/11/2019).
Dia menjelaskan, pihaknya sudah pesan obat dari pabrik sejak 2 bulan terakhiri, Namun hingga kini belum ada.
Menurutnya, Kekosongan obat bukan hanya terjadi di RSUD Andi Makkasau tetapi itu terjadi terjadi di daerah lain.
Dia menyebutkan, obat generik yang dimaksud memang di pabrikan sudah kosong.
“Obat generik memang sudah tidak ada dari pabrik,”katanya.
Saat ini keuangan Rumah Sakit sudah menipis. Sehingga tidak dapat lagi membeli obat paten.
Karena yang ada dijual di Apotik itu obat Paten, bukan obat generik.
“Jika dibandingkan harga obat Generik hanya Rp500 sementara obat Paten harganta sebesar Rp5.000. Jadi kalau saya beli obat paten untuk kemudian saya berikan kepada pasien pengguna BPJS, siapa yang mau gantikan uang saya sebesar Rp4.500. Karena BPJS hanya bayar saya sebesar Rp500. Apalagi BPJS sudah tidak pernah membayar klaim sejak Mei 2019 lalu,”jelasnya.
Dia mengakui, bukan hanya obat di Poli Jiwa yang kurang atau kosong, Tetapi beragam.
“Enaknya saja mau marah-marah. Untung baik saya mau terima berobat kalau tidak,”tutupnya. (*)