Korupsi 25 M, Karyawan Bank SulselBar Langsung Di Bui

MAKASSAR, timeberita.com — Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel langsung mengamankan tersangka IRR karyawan Bank SulselBar karena diduga melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Kamis (8/4/2021).

Penahanan tersangka IRR ini terkait Pemberian Kredit Usaha Mandiri (KUM) dan Kredit Usaha Lainnya (KUL) secara fiktif oleh Bank SulSelBar Cabang Utama Bulukumba dari Tahun 2016 s/d 2021 berdasarkan surat penetapan tersangka nomor – 32/P.4.5/Fd.1/04/2021 Tanggal 08 April 2021.

Penetapan tersangka terhadap IRR dilakukan setelah dilaksanakan proses penyidikan berupa pemeriksaan saksi-saksi, penyitaan dokumen-dokumen yang terkait dengan dugaan peristiwa pidana serta pemeriksaan IRR selaku saksi.

Hal ini dikatakan, Kepala Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Idil SH.MH kepada timeberita.com melalui siaran persnya.

Idil menjelaskan bahwa IRR selaku Account Officer (AO) pada Bank SulSelBar Cabang Utama Bulukumba dari Tahun 2016 s/d 2021 diduga melakukan pemalsuan 106 dokumen pengajuan Kredit Usaha Mandiri (KUM) dan Kredit Usaha Lainnya (KUL) sekaligus melakukan pemrosesan pemberian kredit dengan nilai kredit keseluruhan sebesar Rp.25.000.000.000,- (dua puluh lima milyar rupiah) dengan tujuan untuk keuntungan diri sendiri.

“Akibat perbuatan tersangka tersebut, Negara mengalami kerugian sekitar Rp.25.000.000.000,- (dua puluh lima milyar rupiah). “Terangnya.

Lanjut mantan kasi Pidum Kejari Parepare ini menuturkan bahwa Tersangka IRR diduga melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Pasal 9 jo.Pasal 18 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, jo Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHPidana, Pasal 3, Pasal 4 Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana dan Pencucian Uang (TPPU).

Setelah penetapan kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap IRR sebagai tersangka, yang dari hasil pemeriksaan, berdasarkan pertimbangan secara objektif dan subjektif menurut Undang-undang, oleh Penyidik tersangka IRR langsung dilakukan penahanan dengan Surat Perintah Penahanan Nomor : Print-33/P.4/Fd.1/04/2021 tanggal 08 April 2021. Tersangka IRR dilakukan penahanan oleh Penyidik selama 20 (dua puluh hari), terhitung mulai tanggal 08 April 2021 sampai dengan tanggal 27 April 2021 di Rutan / Lapas Kls IA Makassar. (Red)

REDAKTUR

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting for http://sneeit.com