Rencana DPP Golkar Pusat akan melakukan survei pekan depan untuk menentukan sikapnya siapa yang layak mengendarai partai pohon beringin ini di kota Parepare untuk maju pemilihan walikota (Pilwakot) Parepare 2024-2029.
Penulis mencoba berpendapat atau beropini serta analisis mengenai siapa yang mengendarai partai Golkar pada Pilwakot tahun ini.
ERAT memakai baju kuning untuk senantiasa melakukan sosialisasi dengan memakai fasilitas Golkar untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas.
Perlu diketahui bahwa elektabilitas adalah istilah untuk mengukur apakah seorang kandidat atau partai politik memiliki potensi untuk mendapat dukungan dari pemilih
Sedangkan popularitas adalah keadaan disukai, diterima, atau diakui oleh banyak orang.
Jika keduanya ini dikuasai setelah disurvei maka peluang untuk mengendarai Golkar terkhusus masalah budget yang lebih disiapkan untuk maju Pilwakot.
Sekarang ini Golkar belum ada Cawalkot Parepare diberikan rekomendasi dari DPP Golkar sehingga belum bisa dikatakan bahwa ada yang mengklaim Golkar untuk maju.
ERAT saja belum dapat rekomendasi, hanya surat tugas dari DPP Golkar diterimanya, yang mestinya kalau DPP Golkar yakin ERAT kendarai Golkar kenapa hanya surat tugas diberikan mestinya rekomendasi harus diterima. Tapi itulah trik politik DPP Golkar pusat.
ERAT adalah ketua DPD II Golkar Parepare wajar diberi surat tugas untuk dijadikan motivasi dalam melakukan konsolidasi diinternal Golkar dan sosialisasi ERAT di pilwalkot.
Kembali penulis mencoba analisis siapa kandidat Cawalkot yang akan mengendarai Golkar tahun ini. ?

Ada tiga nama selain ERAT yang bisa mengendarai Golkar dan pernah pengurus Golkar yaitu Taqjuddin Djabbar (TQ) pernah wakil bendahara Golkar Provinsi Sulsel, lalu Muhammad Zaini (MZ) pernah bendahara Golkar Provinsi Papua serta Andi Nurhaldi (AN) adalah putra Nurdin Halid.
Keempatnya siap mengendarai Golkar Parepare maju Pilwakot tahun ini.
Keuntungan ERAT mengendarai Golkar Parepare karena dia adalah ketua DPD II Golkar Parepare didukung oleh sang suami yang merupakan ketua DPD I Golkar Provinsi Sulsel, Taufan Pawe.
Peluang lebih besar dibanding yang lain kalau dilihat secara organisasi, tapi ketika berbicara soal kepemimpinan atau leadership maka ERAT masih diragukan oleh masyarakat karena belum ada terjadi di tanah Bugis Parepare perempuan memimpin.
Penulis berkiblat kepada Fatmawati Rusdi Masse maju Pilkada periode lalu tapi tidak bisa jadi bupati Sidrap walaupun Rusdi Masse (RMS) saat itu masih Bupati Sidrap aktif tak mampu Istrinya lolos dan justru dikalahkan oleh Dollah Mando.
Apalagi mundurnya ketua Bappilu Golkar bersama pengurus inti lainnya, membuat partai berlambang beirngin ini “goyang” sehingga harus bekerja keras untuk menyempurnakan organisasi Golkar yang mengundurkan diri tersebut.
Bilamana ERAT tidak diberi rekomendasi dari DPP Golkar pusat maka peluang balon Walikota Parepare yang siap kendarai Golkar yaitu TQ dan MZ.
TQ pernah didukung oleh pengurus kelurahan untuk duduk sebagai ketua DPD II Golkar Parepare tapi tidak lolos karena tidak ikut musda Golkar yang dilakukan oleh partai Golkar saat itu Taufan Pawe adalah ketua DPD II Golkar Provinsi Sulsel maka otomatis peluangnya lebih banyak ke istrinya ERAT.
TQ soal hasil survei selama ini didapatkan bahwa TQ lebih unggul surveinya dari pada ERAT dan peluang TQ lebih besar jika DPP Golkar pusat inginkan laki-laki sebagai pemimpin.
Nah, jangan lupa juga MZ, dia pernah bendahara Golkar di Papua, banyak calon walikota, bupati dan Gubernur berhasil duduk sebagai penguasa karena MZ juga punya andil besar didalamnya.
MZ juga tidak diragukan soal organisasi Golkar, MZ kembali ke Parepare hanya untuk mengabdi dan membangun kota tempat dia dibesarkan.
Bilamana MZ yang dipercayakan mengendarai Golkar untuk Pilwakot maka Golkar kedepan lebih besar lagi dan bisa bertambah kursi di legislatif nantinya.
Dulu Golkar pada zaman Zain Katoe (ZK) pernah 7 hingga 12 kursi setelah di nahkodai TP maka turun derastik menjadi 5 kursi selama dua periode ketua DPD II Golkar Parepare lalu ERAT ketua DPD II Golkar Parepare juga tidak bertambah dan tetap 5 kursi.
Bagaimana dengan putra Nurdin Halid menyatakan siap maju bersaing di Golkar jika ERAT yang maju.
Andi Nurhaldi (AN) menjadi penghalang bagi ERAT soal rekomendasi di Golkar Parepare, diinternal Golkar ini bersaing secara politik dimana Nurdin Halid (NA) terpotret bahwa NA tidak inginkan ERAT kendarai Golkar Parepare maju Pilwakot.
NA adalah wakil ketua DPP Golkar Pusat pasti melakukan secara politik agar ERAT tidak berhasil mengendarai Golkar maju Pilwakot karena beberapa faktor yang dilihatnya termasuk gagal menambah kursi di legislatif di Parepare termasuk di provinsi Sulsel dimana Golkar sebelum TP berkuasa di Golkar Sulsel maka yang menjadi ketua DPRD provinsi Sulsel adalah Golkar tapi sekarang justru diambil alih oleh Nasdem.
Nah! Siapakah layak untuk mengendarai Partai Golkar Parepare maju Pilwakot Parepare? Hanya masyarakat Parepare yang menentukan sikapnya siapa yang layak jadi pemimpin ? apakah dipimpin oleh perempuan atau laki-laki? Kuncinya ada pada warga Parepare untuk lima tahun ke depan. (/Sam)