* Head To head Hingga 4 Paslon Walikota Parepare
Menjelang pemilihan Walikota (Pilwakot) kota Parepare tahun ini menjadi ketat persaingan jika partai koalisi menentukan sikapnya.
Penulis mencoba menggambar prediksi partai mana saja yang berkoalisi dan siapa calon yang siap mengendarainya.
Partai Golkar misalnya biar tidak berkoalisi jika ingin maju pilwakot tetap bisa lolos di KPU karena kursinya sudah cukup, tapi jika berkoalisi maka partai yang berpeluang gabung yaitu Gelora dan PAN. Sudah mengantongi di parlemen capai 8 kursi.
Siapakah yang berpeluang mengendarai Golkar jika berkoalisi dengan Gelora dan PAN, maka nama yang lebih mencuat itu adalah Erna Rasyid Taufan (Erat) lalu Andi Nurhaldin (putra Nurdin Halid) dan Muhammad Zaini (mantan bendum Golkar provinsi Papua).
Sedangkan partai PKS yang bisa berkoalisi yaitu Hanura, PKB dan PDIP dengan mengantongi 6 kursi di parlemen.
Siapa yang berpeluang mengendarai PKS, Hanura, PKB dan PDIP jika terjadi koalisi, bisa jadi Muhammad Zaini (MZ) lalu Faisal Andi Sapada (FAS) dan H Surianto (HS).
Sementara partai Nasdem bisa berkoalisi dengan Demokrat dan juga bisa PPP jika terjadi koalisi ketiga partai ini maka kursi di parlemen sebanyak 8 kursi tetapi jika Nasdem dengan Demokrat saja berkoalisi maka di parlemen dapat 6 Kursi maka bisa mengusungkan paslonnya.
Nah, siapakah yang mengendarai koalisi Nasdem ini, yang berpeluang mengendarai yaitu Tasming Hamid (TSM) lalu Faisal Andi Sapada (FAS), partai ini lebih mengutamakan kadernya jika sudah siap bertarung dibanding balon walikota luar Nasdem.
Sedangkan partai Gerindra bisa berkoalisi dengan PPP sehingga suaranya di parlemen sebanyak 5 kursi dan bisa mengusung Paslonnya di KPU saat pendaftaran. Maka siapa yang mengendarainya yak lain H Surianto (HS) dan bisa pula Muhammad Zaini (MZ) bahkan Taqjuddin Djabbar (TQ).
Semua hanya peradiksi saja sesuai kecamatan penulis. Ini semua bisa berubah total. Bilamana 4 Paslon maju Pilwakot maka suara pasti terbagi yang justru menguntungkan partai besar. Tetapi jika terjadi Head to Head seperti pilkada lalu antara TP-Pangerang dan Fas-Asriadi, maka peluang lebih menonjol ke FAS-Asriadi hanya tidak dimanfaatkan maksimal sehingga TP-Pangerang yang lolos.
Akankah terulang seperti itu,? sekarang jika Golkar mengusung ERAT di pilwakot maka sejarah terjadi perempuan maju selama pilwakot sebelumnya, tapi apakah masyarakat memilih jika perempuan yang menjadi walikota seperti terjadi di kabupaten Sidrap, dimana istri Rusdi Masse (RMS) adalah incumbent mengusung Fatmawati Rusdi maju pilkada Bupati Sidrap tapi hasilnya kalah, karena masyarakat Sidrap belum inginkan perempuan memimpin di tanah bugis.
Ya!! ini tergantung kerja keras tim ERAT (Erna Rasyid Taufan) nantinya, siapa yang menjadi pasangannya nanti demi untuk mematahkan mitos tersebut.?? Tetapi selama pilwakot Golkar tidak pernah kalah dalam pertarungan Pilwakot Parepare itu sudah terbukti dan teruji selama ini, semua Walikota dari Golkar. Tetapi apakah tahun ini akan menjadi penguasa lagi ? wallahuwalam.
Soal nama pasangan dengan ERAT muncul yaitu FAS, MZ, HSL dan Nasarong, tergantung dari tim survei siapakah yang layak mendampingi Erat di Pilwakot.
Nasdem tak bisa dipandang sebelah mata, Nasdem menjadi penguasa di legislatif Sulsel, maka RMS (Rusdi Masse) juga tidak mau kalah kadernya di pilwakot, karena pertarungan nama dan gensi dalam pilkada. TSM rencana yang mengendarai Nasdem maka pasti siap bertarung untuk menjadi terbaik di piwalkot ini.
Sisa menunggu kepastian pasangan TSM (Tasming Hamid), dimana ada beberapa nama yang menjadi pasangan seperti Rezki, Erna D, RSA, TQ dan Yasser Latief.
Sedangkan PKS juga merupakan partai lama tapi terbukti dua kadernya lolos di parlemen, sehingga tidak bisa dianggap remeh, karena kerja-kerja PKS tidak bisa diragukan apalagi berkoalisi dengan Partai Hanura, PKB, dan PDIP.
Bilamana PKS mengusung Muhammad Zaini (MZ) atau Faisal Andi Sapada (FAS) maka otomatis siap berjuang untuk menang, dan pasangan terjadi dalam koalisi ini bisa saja MZ berpasangan FAS, HSL, TQ, RSA dan bahkan Erna D atau Rezki. Lihat hasil survei.
Soal Gerindra juga partai yang tidak diragukan pula, karena dibuktikan tiga kursi diraih selama dinahkodai H Surianto, dan bisa saja berkoalisi dengan PPP atau dengan partai lainnya untuk mengusung H. Surianto (HS). tapi diperkirakan untuk pasangannya bisa saja terjadi dengan TSM, MZ, FAS, RSA dan TQ
Analisis ini hanyalah sebuah opini publik, tapi semua bisa berubah waktu, bahkan sampai detik pun poltik bisa berubah soal siapa yang maju piwlakot. Tunggu tanggal mainnya. (**)