USA, TIME BERITA — Presiden Donald Trump akan melakukan aksi besar dengan mempromosikan doa di sekolah umum yang dijadwalkan hari ini. Rencana itu diumumkan melalui gedung putih Amerika Serikat.
“Kami tidak akan membiarkan orang Amerika yang setia diganggu oleh kaum kiri,” kata Trump pada sebuah rapat umum dengan para pendukung evangelis di sebuah megachurch Florida pada 3 Januari yang dikutif dari laman Time, Kamis (16/01/2020).
Walau demikian, Trump tidak merinci panduan tentang doa konstitusional disekolah umum. Sementara Amandemen Pertama mendukung kebebasan beragama,sebagaimana yang telah diputuskan oleh Mahkamah Agung A.S.
yang menyatakan, Sekolah umum tidak dapat mempromosikan doa atau simbol agama. Dan para ahli hukum dan agama mengatakan tidak jelas tindakan apa yang berarti yang bisa dilakukan Trump tanpa melanggar preseden itu.
“Doa pribadi, sudah dilindungi Amandemen Pertama dan sangat sedikit kasus, di mana pejabat pemerintah mencoba mengganggu hak siswa swasta untuk berdoa,” kata Frank Ravitch , seorang profesor hukum Universitas Michigan State.
Sam halnya, Partai Republik jauh lebih mungkin daripada Demokrat untuk mendukung doa sekolah, menurut jajak pendapat Gallup yang menunjukkan bahwa dukungan Amerika secara keseluruhan untuk doa harian di ruang kelas sekolah umum telah turun dari 70% pada tahun 1999 menjadi 61% pada tahun 2014.
Protestan dan orang Kristen lainnya juga jauh lebih kemungkinan daripada orang yang tidak memiliki preferensi keagamaan untuk mendukung doa harian di kelas dan doa yang dipimpin siswa pada upacara wisuda.
Dan Trump secara konsisten mendapat dukungan tinggi dari kaum evangelis kulit putih selama masa kepresidenannya. Keluar dari jajak pendapat menunjukkan bahwa Trump memenangkan 81% suara evangelis putih dalam pemilihan umum 2016, dan sebuah jajak pendapat Desember yang dilakukan oleh Associated Press-NORC Centre for Public Affairs Research menemukan bahwa 79% Protestan evangelis putih menyetujui bagaimana Trump menangani caranya pekerjaan sebagai presiden. (Time)