PAREPARE, timeberita.com — Muhammad dg Riboko (30) warga Gowa, nekat ingin merantau ke Kalimantan untuk mencari pekerjaan dengan memakai perahu rakitan melalui kota Parepare, pada hari Selasa (8/8/22) lalu.
Korban baru ditemukan pada hari Kamis, tanggal 18 Agustus 2022. Atau sudah 10 hari mengapung di laut tersebut.
Untung saja kapal motor (KM).STB 14 yang hendak menuju ke Banjarmasin temukan korban terapung pada titik koordinat lintang/bujur 4°23907″ S / 117°10’210″ E di Selat Makassar,l.
Menurut, Aris dari Polairut kota Parepare, bahwa Nahkoda KM STB 14, Fredy Muhamad Friady , saat melihat ada yang terapung bangkai perahu ternyata diatasnya ada orang dan langsung di tolong oleh awak kapal.
Alhamdulillah korban selamat walaupun fisiknya lemah karena bertahan selama 10 hari di laut tersebut.
Menurut pengakuan korban bahwa ia nekat nekat naik perahu star dari Parepare menuju Kalimantan hanya tujuannya ingin mencari kerja. namun belum tiba di Kalimantan Ia di hantam ombak sehingga perahu yang dinaiki langsung rusak dan terapung akibat cuaca buruk.
Lalu, kata Fredy bahwa Korban berusaha menyelamatkan diri dengan menggapai perahunya agar dapat bertahan hidup meski posisi sampan sudah terbalik namun masih dapat terapung. (**)
Nama Korban :
MUHAMMAD DANG RIBOKO
Usia : 30 Tahun ( Lajang)
Asal : GOWA ( Sulsel)
-Kronologi korban;
Berdasarkan informasi yang di dapat dari korban, Korban akan
menyeberang lautan dari Pare-Pare menuju Kalimantan
menggunakan rakit atau perahu untuk mencari pekerjaan di
Kalimantan. Saat korban menyeberang lautan, korban
mengalami cuaca buruk sehingga perahu/rakit yang digunakan
terhempas ombak dan terbalik
berkali-kali. Korban berusaha menyelamatkan diri dengan
menggapai perahunya untuk dapat bertahan hidup di atas
perahu yang sudah terbalik namun mash dapat terapung
perahunya sampai akhirnya korban terbujur lemas dan
perahu tersebut terus terbawa arus dan ombak yang kuat
sehingga korban dan perahunya terus terbawa sampai
ketengah laut luas.
Menurut pengakuan korban telah terapung selama 10 hari, saat
di selamatkan oleh kapal
KM.STB.14, korban dalam keadaan lemas dan sebagian kulit
tubuh korban terluka/lecet karena terkikis air laut dan
gesekan dari rakit yang di naikinya. (**)