BPK Diminta Audit Penggunaan Dana Silpa RSUD Andi Makkasau

PAREPARE, timeberita.com — Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) diminta audit dan investigasi pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Kota Parepare terkait dana Silpa yang tidak jelas peruntukannya.

Hal itu disampaikan mantan Dewan Pengawas (Dewas) RSUD Andi Makkasau Kota Parepare H Rahman Saleh, Senin (27/02/2023).

Dia menjelaskan, Salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki oleh manajemen BLUD adalah transparansi sebagai wujud akuntabilitas pengelolaan keuangannya.

Potensi penyalahgunaan keuangan BLUD memang terbuka lebar mengingat pengelolaan keuangan BLUD berbeda OPD lainnya.

Dimana BLUD bersifat lebih fleksibel sehingga dapat menjadi modus bagi manajemen yang tidak memiliki intergritas untuk bertindak sesuka hati dan akan diperparah jika perangkat pengawasan internal tidak jalan kan fungsinya.

Sejauh ini, pengelolaan keuangan di Rumah Sakit Andi Makkasau dinilai tertutup, sehingga bertentangan dengan prinsip manajemen BLUD yang harus transparan dan profesional.

“Seharusnya, e-BLUD segera diterapkan untuk menghilangkan keraguan masyarakat agar data keuangan dapat diakses dengan mudah,”katanya.

Sementara Jhony, Wakil Direktur IKRA Kota Parepare menjelaskan, Besaran realisasi pendapatan RSUD Andi Makkasau Kota Parepare sejak Dua tahun berturut-turut ini masih ada sisa dana yang belum jelas arahnya.

Realisasi pendapatan tahun 2021 sebesar Rp100.004.746.269 sementara realisasi belanja sebesar Rp. 89.061.174.778. Mendapatkan keuntungan atau masih tersisa sebesar Rp10,943,571,518.

Untuk tahun 2022, realisasi pendapatan sebesar Rp. 97.469.929.341dan realisasi belanja sebesar Rp. 99.561.911.190. Mines atau kekurangan sebesar Rp 2,091,981,849.

Jika, memang dana Silpa tahun 2021 disimpan di Kas untuk kemudian dibelanjakan di tahun 2022, sama halnya dikatakan, kekurangan atau mines dari realisasi pendapatan tahun 2022 dari realisasi belanja itu bisa ditutupi menggunakan sisa dana tahun 2021.

“Hitungan kalkulasinya sangat mudah, Sisa dana di 2021 sebesar Rp10,943,571,518 dikurangi selisi dana belanja di tahun 2022 atau mines sebesar Rp 2,091,981,849. Sisa dana yang masih berkisar Rp 10,942,587,578 yang menjadi dana silpa di tahun 2023, itu jika memang betul-betul menyimpan dana ini di Kas, tapi kalau dana itu hanya masuk di Kantong bagaimana?, “ujarnya.

Kecurigaan yang muncul dugaan adanya perbuatan melawan hukum dalam penggunaan dana di RSUD Andi Makkasau ini pertama, tidak transparan dan ada Dua sumber dana yang digunakan yakni, dana APBD maupun APBN dan hasil pendapatan sendiri.

“Spekulasi yang muncul yakni, bisa saja laporan pertanggungjawaban yang disampaikan menunjuk Satu item pekerjaan dengan Dua sumber dana, apalagi mata anggaran yang digunakan tidak main-main, Inilah yang mesti diketahui oleh masyarakat luas, justru pihak manajemen RSUD Andi Makkasau Kota Parepare justru menutupi hal ini,” Sesalnya. (*)