PAREPARE, TIME BERITA, — Massa Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Parepare (HIPMI Pare) yang
turun melakukan aksi di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare mempertanyakan
penanganan sejumlah kasus yang saat ini di tangani oleh pihak kepolisian.
Massa itu, menggunakan dan menutup jalan Jendral Sudirman saat melakukan orasi di depan kantor
Kejari Parepare, sehingga melumpuhkan arus lalulintas dan menganggu penguna jalan lainnya.
Aksi HIPMI Pare yang berlangsung Kamis 25 Juli 2019 kemarin,juga sempat terjadi aksi saling dorong
dengan petugas kepolisian yang mengawal jalan aksi di Kantor Kejari Parepare.
Hal itu, dikarenakan, massa HIPMI Pare meminta Kepala Kejari (Kajari) Parepare untuk menemuinya.
Namun Kajari Parepare Andi Darmawangsa hanya bersedia menerima perwakilan medaiator aksi
sebanyak 5 orang untuk dilakukan mediasi di rungannya.
Dari pantauan timeberi.com, massa HIPMI Pare yang berjumlah puluhan orang itu, turun dengan
membawa atribut, sepanduk dan berbagai alat musik. Sebelum masuk di halaman kantor Kejari
Parepare, massa melakukan orasi di depan Kantor Kejari Parepare yang menggunakan Jalan Jendral
Sudirman.
Sebelum melakukan aksi di depan kantor Kejari Parepare, massa HIPMI Pare, juga melakukan aksi di
Mapolres Parepare.
Di ketahui, massa HIPMI Pare melakukan aksi di Kejari Parepare dengan mempertanyakan berbagai
kasus yang saat ini masih berproses di kepolisan.
Seperti,mengenai kasus korupsi terkait OTT ULP 2017, AMDAL RSU Asri Ainun Habibie, Kasus Dana
Dinas Kesehatan, Serta kasus DAK 2016 yang dilaporkan oleh ACC Makassar ke Kejati Sulsel.
Namun, saat Kasi intel Kejaksaan Negeri Parepare, Amiruddin mau menjelaskan keempat aspirasi
HIPMI Pare tersebut tidak jadi, Karena massa HIPMI Pare sudah meninggalkan tempat setelah insiden
saling dorong dengan pihak kepolisian.
Di tempat itu, Kasi Barang Bukti, Kejari Parepare, Hendra yang ditemui, mengatakan massa dari HIPMI
Pare ini merupakan pembawa aspirasi yang harus diberikan penjelasan dan jawaban dari
pertanyanya.
“Jika mereka emosi,itu hal yang wajar, karena kita perlu memberikan penjelasan terkait apa yang jadi
aspiranya,”tuturnya singkat.
Puluhan massa HIPMI Pare ini meninggalkan tempat dengan kekecewaan yang mendapat halauan
dari pihak kepolisian yang bertugas.
“Kami kecewa, karena polisi mengalangi kami bertemu dengan Kajari,” ucap massa sembari
membubarkan diri.(*)