WAJO, TIME BERITA, — Kementrian Desa (Kemendes) Republik Indonesia mencanangkan 3 Kecamatan di Kabupaten Wajo sebagai Desa Wisata Terpadu. Hal itu ditandai dengan penandatangan berita acara pada rangkaian pelaksanaan Expo Bumdes dan Gelar Inovasi Desa, di Rumah Adat Atakkae. Jumat (20/09/2019).
Pelaksanaan Expo Bumdes Dan Gelar Inovasi Desa berlangsung selama 3 tiga hari, Mulai 17 hingga 19 September.
Pada kegiatan tersebut, Kementrian Desa bersama Bupati Wajo mencanangkan Kawasan Desa wisata terpadu Danau Tempe, yang ditandai dengan penandatanganan Berita acara, oleh Bupati Wajo, H. Amran Mahmud, staf ahli menteri desa bidang pengembangan wilayah Dr. Condrad Hendrarto dan Direktur SDA kawasan perdesaan Dr. Mulyadin Malik.
Pada kesempatan itu, Amran Mahmud menyebutkan, Kawasan desa wisata terpadu Danau Tempe merupakan pengembangan desa menjadi desa wisata berbasis potensi Danau Tempe.Dan merupakan pengembangan Kawasan Perdesaan Terpadu ‘Tosagena’ Kecamatan Belawa yang sudah ada sebelumnya.
Desa yang tergabung dan dicanangkan menjadi kawasan desa wisata terpadu adalah desa yang terkoneksi langsung dengan Danau Tempe, terdiri dari 13 desa di 3 Kecamatan, diantaranya.
Desa Lautang, Limporilau dan Desa Leppangeng di Kecamatan Belawa.
Desa Assorajang, Pakkanna, Nepo, Ujunge dan Desa Pajalele di Kecamatan Tanasitolo.
Desa Benteng Lompo, Worongnge, Pallimae, Desa Ugi dan Ujung Pero di Kecamatan Sabbangparu.
Kawasan desa wisata terpadu Danau Tempe dimaksudkan sebagai salah satu program untuk meningkatkan taraf ekonomi dan kehidupan masyarakat melalui sektor pariwisata.
Selain itu, pengembangan dan pembangunan wisata pada kawasan tersebut, dapat membantu dan mendorong pengembangan Danau Tempe sebagai destinasi wisata Kabupaten Wajo.(*)