SOPPENG, TIME BERITA .com– Setelah 21 malam dibangun dengan gotong royong, jembatan yang dinanti-nanti warga Datae, Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, akhirnya resmi beroperasi. Peresmian yang berlangsung Minggu (02/11/2025) itu dirayakan dengan sukacita dan sebuah tradisi unik: pengguntingan janur pohon aren sebagai pengganti pita.
Jembatan sepanjang [*bisa ditambahkan panjang jembatan jika ada datanya*] ini merupakan wujud nyata semangat kebersamaan warga. Pembangunannya menghabiskan dana swadaya dan sumbangan donatur sebesar Rp 72.435.000.
“Terima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi. Semoga jembatan ini membawa kemakmuran dan kebahagiaan bagi kami semua,” ujar seorang warga, Ahmad, dengan penuh haru.
Lebih dari Sekadar Infrastruktur
Bagi warga, jembatan ini bukan hanya akses transportasi, melainkan simbol persatuan. “Jembatan ini adalah hasil kerja keras dan kebersamaan kami semua. Ia adalah simbol kebanggaan masyarakat,” tegas Ahmad.
Perayaan pun berlangsung meriah. Warga melakukan makan-makan di atas jembatan, sebuah tradisi untuk mensyukuri kebahagiaan dan kemakmuran. “Momen ini sangat spesial,” tambahnya.
Keunikan Peresmian dengan Janur Aren
Yang membedakan peresmian ini adalah penggunaan janur (daun muda) pohon aren sebagai simbolis pengguntingan, menggantikan pita yang lazim digunakan.
“Janur pohon aren memiliki makna yang dalam bagi kami. Ia melambangkan kekuatan, kesuburan, dan keberkahan,” jelas warga setempat, Abu. “Dengan janur ini, kami juga ingin menunjukkan kepedulian kami terhadap lingkungan dan warisan tradisi.”
Momen pengguntingan janur tersebut menjadi simbol dimulainya “era baru” bagi konektivitas warga Datae.
Diresmikan dengan Konvoi Motor
Untuk membuktikan keamanan dan kesiapan jembatan, Sekcam Marioriawa Syaharuddin, Kades Bulue Abdul Majid, dan Babinsa Bulue Jaliluddin memimpin prosesi melewati jembatan menggunakan sepeda motor. Aksi ini sekaligus menandai jembatan telah resmi terbuka untuk umum.
Prosesi yang penuh semangat ini diakhiri dengan foto bersama di ujung jembatan, mengukir momen bersejarah yang penuh kebanggaan bagi seluruh masyarakat Datae. Jembatan yang lahir dari jerih payah dan uang mereka sendiri akhirnya dapat dinikmati bersama. (Tono)