ENREKANG, timeberita.com – Aksi unjuk rasa warga Kecamatan Enrekang dan Cendana berlangsung di depan Kantor Bupati Enrekang, Senin (1/12/2025). Para demonstran menuntut keadilan terkait operasi tambang emas di Kelurahan Leoran, Desa Pundi Lemo, dan Desa Cendana yang telah berjalan sejak 2013.
“Kami minta tambang emas di desa kami dihentikan karena merugikan kami,” kata seorang pendemo saat berorasi, dengan aksi pembakaran ban bekas.
Yang menarik, aksi ini diwarnai oleh dua momen humanis dan menunjukkan komunikasi yang tetap terjaga.
Pertama, saat adzan Dzuhur berkumandang, aksi langsung terdiam sejenak. Para pendemo, Bupati Enrekang Yusuf Ritangga, dan Wakil Bupati Andi Tenri Liwang La Tinro bersama-sama melaksanakan shalat di masjid terdekat.
Kedua, setelah shalat, terjadi interaksi akrab. Wakil Bupati Andi Tenri Liwang La Tinro diajak makan buras (makanan tradisional) oleh para pendemo dari sebuah mobil Avanza yang berisi logistik. “Pak Wakil, ayo makan buras,” ajak seorang pendemo. Wakil Bupati pun menyantap hidangan tersebut dengan rileks, sementara aksi demonstrasi dan teriakan tuntutan tetap berlangsung di sekitarnya.

Di sisi lain, Bupati Yusuf Ritangga menanggapi substansi tuntutan. Ia mengklaim pemerintahannya tidak mengetahui secara detail izin operasi tambang tersebut karena izinnya dikeluarkan oleh pemerintah pusat sebelum masa jabatannya.
“Namun, kami akan membahasnya di DPRD Kabupaten Enrekang melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Rabu (3/1/2025). Saya dan Ketua DPRD akan memimpin rapat. Kami undang perwakilan pendemo dan semua unit kerja terkait, termasuk perusahaan tersebut, untuk hadir dan menjelaskan,” tegas Yusuf.
Ketua DPRD Enrekang Ikrar Eran Batu bersama Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto dan Wakapolres Kompol Ali Maksum juga hadir di tengah-tengah pendemo untuk memantau jalannya aksi demo di dua lokasi, Kantor DPRD dan Kantor Bupati Enrekang (*/smr)