PAREPARE, TIME BERITA — Setelah adanya berita tentang jamaah mesjid Al Manar kota Parepare terindikasi positif virus covid-19 (corona) sesuai hasil rapid test pihak dinas kesehatan kota Parepare, maka banyak tanggapan netizen dan warganet mengomentari di facebook.
Seperti yang di unggah oleh Gunawan di facebook di group Parepare terkini memintah kepada warga agar jangan mengekploitasi mesjid atau tempat ibadah adalah penyebar virus corona.
“tolong masyarakat jgn di bikin panik dengan mengekploitasi mesjid dan selalu mengatas namakan masjid.. sdhkah di cross chek kl mmng tertularny di mesjid dan bukan di tempat lain?? mungkin saja terinfeksi ny di tempat lain di pasarkah, MART-MARTkah,terminal,pelabuhan,bandara atau mungkin di tempat bekerja..??
tolong..tolong dan tolong berimbang dalam menyebarkan pemberitaan..knp sampai saat ini minim di beritakan ada penderita tertular dan terinfeksi di tempat-tempat yg sy sebutkan di atas kalau mmng mesjid bisa jadi tempat berkumpul yg mengakibatkan penularan, terus apa beda ny dengan tempat keramaian lain ny..!? yg cenderung tdk lebih bersih dan steril di bandingkan dgn mesjid-mesjid kami yg di jamin kebersihan dan kesterilan tempat dan orang-orang yg berkumpul. kl begitu tutup juga semua tempat aktifitas berkumpul di parepare kami umat muslim gamang dan menangis kl mesjid selaluny di EKSPLOITASI besar-besaran dan di blow up secara luar biasa begini..!!😭😭🙏🙏.. smoga ini bukan FITNAH AKHIR ZAMAN
Nitizen lain juga mengatakan bahwa kenapa mesjid yang jadi sasaran sedangkan perbatasan harus diperketat dan pasar atau tempat lainnya harus juga diperketat, namun seakan-akan mesjid adalah tempat penyebar wabah virus tersebut.
Seperti dikatakan Saddang yang di kirim statusnya di facebok group Parepare terkini “bah canggihnya alatnya jamaah masjid langsung hasil positif…masih adakah alat test mau di tes orang di pasar dan perbatasan.
Nitizen atau warganet lainnya juga menagatakan “kalau semua tempat ibadah dibuka selebar-lebarnya lalu jumlah positif covid meroket, kira-kira siapa lagi yang disalahkan,”kata warganet Rusli di statusnya.
Bahkan komentar dari netizen bahwa Di perbatasan, dipasar dan di kantor² tdk perlu ditest kan hasil nya negatif.. Kalau di mesjid hasilnya pasti positif.. Edisi, islam vs islam.. komentar netizen akil
Sedangkan @Arsal juga mengatakan di group WhatsApp “he. he.. sayang Virus Corona tdk ikut liga ramadhan. bisa tambah ramai, apalagi terkesan banyak yg senang jika ada kasus positif biar ada alasan tutup masjid, semoga insiden Masjid Almanar tdk jadi bagian dari sinetron Maklumat.”
Kritikan dan komentar nitizen dan warganet bahwa jangan jadikan mesjid sebagai penyebar virus corona, padahal jika ada yang positif hasil rapid test itu sebelumnya sudah sakit masuk di mesjid, bahkan warga ujung bulu itu sering shalat di mesjid Al Manar.
Seperti dikatakan Plt kadis kesehatan, Hj Alwatiah saat dihubungi via selulernya bahwa bukan jamaah mesjid Al Manar, tapi warga ujung bulu yang kebetulan dekat mesjid Al Manar, dia terindikasi warga ini karena ikut di kapal pesiar atau kapal asing. Tetapi karena dia sering salat di mesjid Al Manar,”semua jamaah mesjid yang ikut tes swab belum ada hasilnya, dan akan segera diumumkan”tuturnya (sam)