PAREPARE, timeberita.com– Untuk menguatkan fondasi mengajar, Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kota Parepare menggelar Pelatihan Guru Mengaji Level A. Kegiatan yang diikuti ratusan ustadz dan ustadzah Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA/TPA) se-Kota Parepare ini berlangsung di Gedung Aisyiyah, Sabtu (7/2/2026).
Pelatihan “Level A” ini berfokus pada muroja’ah (pengulangan) materi paling dasar, yaitu pengenalan dan metode pengajaran huruf Hijaiyah serta bacaan Al-Qur’an tingkat pemula. Tujuannya, memastikan para guru memiliki pemahaman dan teknik mengajar yang kokoh untuk diajarkan kepada santri-santri mereka.
Dihadiri Pejabat dan Tokoh Agama
Acara ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Hadir dalam pembukaan:
· HM. Hasyim Usman, Kepala Seksi PD Pontren Kemenag Kota Parepare
· Irwan Yusuf Caco, Ketua Baznas Parepare
· Hasanuddin, Ketua DPD BKPRMI Kota Parepare
· Amir Said, Ketua MPD DPD BKPRMI
· Muhammad Jawwad, Ketua LPPTKA BKPRMI
Komitmen untuk Pembinaan Berkelanjutan
Dalam sambutannya, Ketua DPD BKPRMI Hasanuddin menekankan bahwa pelatihan ini merupakan program berkelanjutan. “Kami harap ustadz-ustadzah mengikuti dengan serius agar materi selama dua hari ini dapat diimplementasikan secara maksimal kepada para santri,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan oleh HM. Hasyim Usman dari Kemenag. Ia mengapresiasi BKPRMI yang konsisten membina guru mengaji. “Sinergi seperti ini penting untuk terus meng-upgrade keilmuan para guru, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi,” jelas Hasyim.
Momen Penting Pendataan Guru
Kehadiran Kemenag dalam acara ini sekaligus dimanfaatkan untuk menyosialisasikan pentingnya pendataan guru mengaji melalui sistem emis. “Data yang akurat menjadi dasar bagi kami untuk memberikan apresiasi dan bantuan. Saat ini, baru 67% TPA/TPQ di Parepare yang terdata,” paparnya.
Ia mencontohkan, dari kuota bantuan tunai sebelumnya untuk Parepare, hanya 27 orang yang berhasil diverifikasi, dan 13 di antaranya adalah guru TPA. “Ini menunjukkan betapa pentingnya data yang valid,” pungkas Hasyim.
Pelatihan ini diharapkan tidak hanya menyegarkan ilmu para guru, tetapi juga memperkuat jaringan dan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an sejak dini di Kota Parepare. (sahar)