PAREPARE, timeberita.com– Dunia olahraga, khususnya tenis di Kota Parepare, berduka. H. Muhammad Syukri, anggota Klub Tenis Kembang Mekar dan Sinar Pagi, meninggal dunia saat sedang bertanding di lapangan tenis Rujab Walikota Parepare, Ahad (8/2/2026). saat menjamu tamunya tim tenis dari Pangkep.
Kejadian bermula sekitar pukul 11.00 WITA. Sukri yang saat itu bermain point ke-4 set, terpaksa berhenti sejenak karena turun hujan. Ia bersama partnernya serta lawan dari tamu Pangkep pun beristirahat menunggu hujan reda.

Namun, dalam keadaan istirahat tersebut, Sukri tiba-tiba tumbang dan tak sadarkan diri. Ia segera dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Andi Makkasau Parepare menggunakan mobil call center 112 yang ditemani teman tenisnya Mustamin alias Taming. Sayangnya, nyawa Syukri tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit.
“Saya yang mengantar ke RSU. Dia telah pergi selamanya. Tolong infokan ke grup tenis,” ujar Mustamin, mengonfirmasi kepergian Sukri.

Kepergian Syukri yang juga mantan Plt. Direktur PDAM Parepare ini menyisakan duka mendalam bagi seluruh keluarga dan rekan-rekan sesama pecinta tenis di Parepare. Rahmat Sulaiman, Ketua Tenis Club Sehati Parepare, menyoroti pentingnya kesiapan medis dalam setiap pertandingan.
“Inilah perlunya ada tim medis disiapkan, terutama saat pertandingan persahabatan,” kata Rahmat. Ia juga mengungkapkan bahwa almarhum sebelumnya sebenarnya disarankan istirahat total 6 bulan karena kondisi fisiknya belum stabil. “Almarhum memaksakan diri main, sehingga hal yang tak diinginkan terjadi,” tambahnya.
Pesan berhati-hati dan tidak memaksakan diri saat berolahraga pun disampaikan keluarga almarhum kepada seluruh komunitas. Syukri yang merupakan alumni SMP 4 Parepare dan telah pensiun di PDAM Parepare ini meninggalkan seorang istri dan anak. Jenazah almarhum dari RSU Andi Makkasau Parepare telah di bawah kerumahnya di kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.
keluarga besar Sehati tenis club Parepare mengucapkan Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga amal ibadah almarhum diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. (brc)