PAREPARE – Majelis Syuhada Kota Parepare kembali menunjukkan keistiqamahannya dengan melaksanakan Safari Shalat Subuh Jumat di Masjid Al Amin Wekke’e, Jalan Lasangga, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki. Shaf jemaah, baik laki-laki maupun perempuan, memadati masjid hingga penuh sesak pada Jumat, 5 Desember 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, antara lain Ketua Majelis Syuro H. Pangerang Rahim, Pembina AKBP (Purn) H. Muhabar, S.Ag., Muassis H. Baktiar Syarifuddin, S.E., serta sejumlah pejabat dan mantan pejabat seperti Kepala Dinas Perpustakaan Parepare Drs. H. Ahmad Masdar, M.Si., mantan Kadis Lingkungan Hidup Drs. H. Amir Lolo, dan mantan Kadis Pendidikan Pinrang Drs. H. Andi Mappanyukki, M.Si.
Hadir pula mantan Camat Bacukiki Saharuddin, S.E., beberapa lurah, pensiunan pejabat pemkot, kepala sekolah, para imam dan ustaz se-Kota Parepare, pengurus majelis taklim, serta jemaah dari dalam dan luar daerah.
Shalat Subuh berjemaah diimami oleh Ustadz Armin Aring, Imam Tetap Masjid Al Amin Wekke’e. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan penerimaan dari perwakilan masjid, Ramli Podi, S.A.P., serta ceramah singkat dari Ustadz Asman, S.Ag., M.Pd.I., penyuluh agama Islam KUA Kecamatan Soreang.
Dalam sambutannya, Ketua DKM Masjid Al Amin Wekke’e, Armin Aring, mengucapkan terima kasih atas kunjungan kedua kalinya dari Majelis Syuhada. “Kehadiran Majelis Syuhada memberi semangat dan support kepada kami,” ujarnya.
Ustadz Asman dalam ceramahnya menekankan pentingnya sedekah untuk memperpanjang umur dan menolak bala. “Intinya, jika ingin memperpanjang umur, bersedekahlah. Bukan hanya uang, senyum pun adalah sedekah. Yakinlah, Majelis Syuhada adalah yang pertama bersedekah pada Jumat subuh ini di Masjid Al Amin Wekke’e,” pesannya.
Ia juga memuji antusiasme jemaah Majelis Syuhada yang terus bertambah setiap pekannya, bahkan memenuhi lantai dua masjid karena shaf di lantai satu sudah penuh.
Muassis Majelis Syuhada, H. Baktiar Syarifuddin, S.E., dalam sambutan penutup mengungkapkan rasa syukur. “Alhamdulillah, subuh ini Majelis Syuhada dengan tetap istiqamah memenuhi shaf, baik dari kaum laki-laki maupun perempuan, sehingga masjid penuh sesak,” tandasnya sebelum memimpin silaturahmi dan pembacaan shalawat. (*)