PAREPARE, TIME BERITA — Sangat disayangkan pelayanan di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Parepare yang dinilai tidak maksimal.
Padahal selogan Disdukcapil sangat bertentangan dengan fakta sebenarnya. ‘Secepat dini bisa melayani masyarakat tanpa menunggu berjam-jam’.
Buktinya seorang warga bersama bayinya harus menunggu dengan alasan tidak ada staf yang menangani masalah pelayanan KTP (kartu tanda penduduk) dan KK (kartu keluarga)
Sappe ketua RW Tonrangeng yang menyaksikan ibu bersama bayinya sampai ketiduran karena menunggu berjam-jam.
Melihat kejadian tersebut, Sappe langsung mengabadikannya untuk di upload di laman Fecebooknya.
‘Alhamdulillah pelayanan Kantor Disdukcapil Kota Parepare, Di kasi menunggu ibu dan bayi sampai batas waktu yang tidak di tentukan.
Padahal kasihan kondisi bayi dan ibunya, tapi katanya yang harus ditemui sedang mendampingi tamunya dari provinsi. Pertanyaannya apakah tugas beliau tidak ada yang bisa menggantikannya.
Kasihan suaminya tidak masuk kerja, karena di minta datang kekantor.
Kalau tidak masuk kerja pasti tidak di gaji, beda kalau seorang ASN.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Informasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Parepare, Adi Hidayat Saputra mengatakan, Kedatangan warga dimaksud yang ‘diantar’ Sappe di Kantor Disdukcapil Parepare adalah penduduk luar Parepare yang tidak memiliki dokumen kependudukan dari daerah asalnya.
Untuk hal ini dibutuhkan pencermatan lebih lanjut guna menghindari kekeliruan pencatatan.
“Disaat bersamaan pejabat terkait menerima dan mendampingi tamu dari provinsi, sehingga kemungkinan warga dimaksud bersama Sappe memilih untuk meninggalkan Disdukcapil Parepare sebelum sempat dilakukan proses klarifikasi data ke warga yang bersangkutan,”jelasnya.
Menurutnya,Tentu dengan kejadian ini, menjadi masukan untuk semakin berbenah dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk melengkapi dokumen kependudukannya, khususnya kepada masyarakat yang memilih untuk pindah dan menetap di Kota Parepare,”tutupnya. (*)