PAREPARE, TIME BERITA, — Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Sorot Indonesi meminta kepada pihak yang terkait agar memberikan perhatian khsus dan memperketat pengawasannya terhadap pembangunan Asrama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Parepare. Rabu (02/10/2019).
Hal itu dikarenakan, adanya temuan aktifis LSM dibeberapa bagian pekerjaan bangunan yang hanya menggunakan pembesian plat dan rembal (Rim Balok) besi ukuran 10 mm (millimeter). Tentunya ini dinilai rawan untuk rancangan gedung yang berlantai dua tersebut.Hal itu dikatakan Andi Asrida, Aktifis LSM Sorot Indonesia Kota Parepare.
“Kami temukan adanya beberapa plat dan rimbal yang hanya menggunakan besi 10 mm dalam pembuatan plat dan Rembalnya, ini dikhawatirkan akan berpengaruh pada mutu dan kualitas bangunan berlantai 2, terlebih kondisi bangunan yang berdiri diatas ketinggian dan bertebing,”Ungkap Andi Asrida.
Terkait hal ini, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Parepare Andi Darmawangsa SH.MH. melalui tim TP4D Kejaksaan Amiruddin SH.MH. mengaku, Pihak Kejaksaan sudah melakukan pengawasan di kegiatan pembangunan Asrama siswa dari APBN Rp, 2, 6 Miliar lebih itu.
Dia menambahkan, Pihaknya akan menampung masukan jika ada temuan dari ormas, aktifis sosial di Lapangan.
Terpisah, Pelaksana pembuat komitmen (PPK) Kementerian Agama Kota Parepare Fitriany SH. Mengakui jika dari rancangan pembangunan, plat dan rimbal memang menggunakan besi berukuran 10 mm. Itu berdasarkan desain gambar dari perencana.
Hal yang sama dikatakan pengelola CV Era Mustika Graha, selaku pelaksana pembangunan ini H.Mustakim, dihubungi via telepon mengaku, memang penggunaan besi 10 mm itu sesuai dengan spesifikasi dan gambar dan RAB yang ditetapkan pihak perencana,”ungkap Mustakim. (Eff)