PAREPARE, TIME BERITA — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ikra Parepare kembali menyoal tingginya biaya masuk dan keluar Pelabuhan Nusantara Parepare.
Selain, biaya masuk dan keluar dinilai memberatkan pengunjung dan pengguna Pelabuhan. Biaya dan pembayaran penjual di pelataran parkir juga besar.
Sekertaris LSM Ikra, Syawal mengatakan, Keluhan pengguna Pelabuhan Nusantara sudah banyak yang diterima, tetkait biaya masuk dan keluar.
Bahkan, informasi yang ditemukan, sejumlah penjual mengeluarkan biaya siluman.
“Diduga pihak Pelindo melakukan pungutan biaya ‘Siluman’ yang tidak tau alasannya,”ujarnya.
Dia menjelaskan, Penjual di Pelabuhan itu mengeluarkan biaya yang bervariasi, mulai Rp400 ribu, Rp500 ribu hingga Rp800 ribu untuk setiap bulannya. Selain itu, biaya tahunan juga dikeluarkan secara bervariasi, Mulai Rp 2,3 Juta hingga Rp 2,8 Juta.
“Biaya ini tidak jelas untuk apa, bahkan penjual mengeluarka biaya pembayaran kartu pas masuk Pelabuhan sebesar Rp2.4 Juta,”tutupnya.
Sementara Kepala Bagian Operasi Pelindo, Agus mengtakan, pihaknya mengaku tidak mengetahui besaran dana yang dibayarkan oleh pedagang.
“Kami betuk melakukan penarikan biaya dana sewa kepada pedagang sesuai kesepakatan bersama. Tapi jumlah yang dimaksud, itu saya tidak tahu, karena yang kami pungut itu berkisar Rp200 ribu. Sementara pas tahunan, itu juga dikenakan kepada pedagang, tapi bukan biaya sewa,”jelas Agus yang ditemui diruang kerjanya, Kamis 30 Januari.
Dia menambahkan, untuk biaya atau pas masuk pelabuhan itu, sesuai kesepakatan bersama dengan sejumlah asosiasi pengusaha pelayaran.
Dan itu, dilakukan atas dasar penyesuaian Peraturan Menteri Nomor 72 tahun 2017.
“Kami sudah melakukan rapat bersama dengan asosiasi pengusahan pelayaran pada Oktober 2019 lalu. Dan sesuai PM Nomor 72 tahun 2017,”tutupnya. (*)