PAREPARE, TIME BERITA, — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) IKRA Parepare menyesalkan penempatan pembangunan Tribun Mini yang diduga dipaksakan. Hal ini disampaikan Syawaluddin Sekertaris Jendral (Sekjend) LSM IKRA. Sabtu (27/07/2019).
Dia mengatakan, Pelaksanaan pembangunan Tribun Mini yang menggunakan Lapangan Lemoe, itu sangat mencedari hati masyarakat setempat.
Menurutnya, dengan adanya surat pernyataan masyarakat yang diserahkan sebagai bentuk penolakan, maka itu wajib untuk dipertimbangkan, kemudian dilakukan pekerjaan.
“Tapi ini, tidak demikian, pekerjaan tetap dilaksankan, jadi ini pekerjaannya diduga dipaksakan, karena adanya kepentingan,”katanya.
Dia menjelaskan,Seharusnya, pelaksanaan pembangunan ditunda untuk sementara waktu, karena masyarakat sekitar sudah menyampaikan surat pernyataan penolakannya.
“Jika memang proyek ini sudah jalan kontraknya, saya rasa itu tidak jadi masalah, karena dalam surat kontrak tersebut dicantum, kendala yang ada di lokasi. artinya aksi penolakan masyarakat setempat itu dapat dikategorikan sebagai kejadian luar biasa, jika dikemudian hari pekerjaan itu mengalami keterlambatan,”jelasnya.
Dia berharap kepada pihak yang terkait agar mempertimbangkan pelaksanaan pembangunan Tribun Mini, agar ditempat di lokasi yang tidak menggunakan lapangan.
“Karena bisa saja, masyarakat nekat untuk melakukan aksi anarkis, jika itu tetap dilaksanakan,”tutupnya.(*)