HOMESULSELBAR

Kementrian Pertanian Tak Mampu Penuhi Permintaan Kebutuhan Pupuk

SIDRAP, timeberita.com – Kelangkaan penyaluran pupuk yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Sidrap.

Fenomena itu dikarenakan kebutuhan pupuk petani yang diajukan ke Kementrian Pertanian tidak terpenuhi 100 persen dari jumlah RDKK yang diajukan. Hal itu disampaikan oleh Suryanto Kepala Bidang Pertanian Kabupaten Sidrap, Selasa (19/12/2023).

Dia mengatakan, Mekasnisme pendistribusian pupuk, itu mulai dari pihak produsen sampai ke petani melalui pengecer atau kios pupuk.

“Artinya, petani itu mengambil pupuk di pengecer atau kios pupuk sesuai dengan kebutuhannya yang disusun dalam bentuk RDKK,” jelasnya.

Jumlah pengambilan pupuk bagi petani, itu sesuai dengan Rencana defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Dan RDKK ini disusun atau dibuat oleh kelompok tani yang didampingi oleh penyuluh dilapangan.

Namun, perlu kita ketahui, jika jumlah RDKK ini tidak terpenuhi 100 persen dari Kementrian Pertanian.

“Sehinggah, kelangkaan penyaluran pupuk sebetulnya itu dikarenakan kouta permintaan yang diajukan ke Kementrian Pertanian tidak terpenuhi,” katanya.

Dia menambahkan, RDKK itu dibuat satu tahun sebelum tahun berjalan.

Menurutnya, didalam RDKK ini terhimpun semua jumlah kebutuhan pupuk untuk wilayah Kabupaten Sidrap.

Inilah yang diajukan ke Kementrian Pertanian. Namun, jumlah kebutuhan itu, tidak dapat dipenuhi oleh kementrian pertanian.

Menurutnya, Jumlah permintaan kebutuhan pupuk yang biasanya disetujui atau yang diberikan oleh Kementrian Pertanian hanya berkisar 60 sampai 70 persen dari jumlah yang diajukan.

“Perlu juga kita ketahui, jika saat ini pemerintah hanya subsidi dua jenis pupuk yakni, Urea dan NPK,”bebernya.

Dan untuk Jenis tanaman yang dapat menerima pupuk bersubsidi ini dari 70 jenis komoditi tinggal 9 komoditi.

Dari 9 komoditi ini diantaranya, Untuk tanaman pangan itu, Padi, Jagung dan Kedelai.

Untuk tanaman holtikultura yakni, Cabe, Bawang Merah dan Bawang Putih. Sementara tanaman perkebunan rakyat seperti, Kopi dan Kakao.

Lebih jauh, Suryanto menjelaskan, Jika pihaknya menemukan adanya permasalahan pendistribusian pupuk dilapangan, maka pihaknya akan menindaklanjuti.

“Jika ada laporan atau masukan terjadi masalah, maka kami langsung menindaklanjuti. Jika memang ada yang terkendala proses penyaluran pupuk. Maka kita akan duduk bersama Tim KP3 (komisi pengawas pupuk dan pestisida) untuk membahas masalah itu dan mencarikan solusinya,” tutupnya.(*)

Sudarmono

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting for http://sneeit.com