JAKARTA, TIME BERITA, — Astimasi nilai pembangunan ibu kota Negara baru diperkirakan mencapai Rp480 Triliun yang bersumber dari APBN, BUMN, dan investor swasta, hal ini terungkap pada kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Kalimantan.Selasa (07/05).dikutif dari Tribunnews.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pilihan lokasi ibu kota Negara yang baru pengganti DKI Jakarta. Lokasi pertama yang dikunjungi yakni, Taman Hutan Raya Bukit Soeharto di Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.
Dan akan dilanjutkan kunjungan ke lokasi pilihan berikutnya di Kalimantan Tengah,tepatnya di Palangka Raya.
Berdasarkan agenda yang diterima, Jokowi akan lepas landas menggunakan pesawat kepresidenan dari Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 09.00 WIB dan diperkirakan mendatar di Balikpapan sekitar pukul 11.30 WITA.
Setelah meninjau kawasan Bukit Soeharto, Jokowi akan terbang ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada sore harinya. Di sini, Presiden akan kembali meninjau lokasi yang menjadi kandidat untuk dibangun ibu kota baru.
Diketahui, Bukit Soeharto memiliki luas sekitar 61 ribu hektare dan untuk menuju ke kawasan ini dapat di tempuh dengan jalan darat dari Samarinda kurang lebih 1,5 jam atau dari Balikpapan dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.
Presiden Jokowi telah memutuskan pemindahan ibu kota negara ke luar Pulau Jawa. Namun, terkait lokasinya hingga saat ini belum diputuskan.
Rencana pemindahan ibu kota sudah dibahas secara internal sejak tiga tahun lalu dan telah dilakukan kajian oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terkait sisi ekonomi, sosial, politik, dan lingkungan.
Ada tiga alternatif daerah dengan luas wilayah bervariasi yang menjadi pilihan, yakni wilayah pertama memiliki luas 80 ribu hektare, wilayah kedua 120 ribu hektare, dan wilayah ketiga 300 ribu hektare.(*)