PAREPARE, TIME BERITA, — Menanggapi jawaban Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Parepare, Iwan Asaad diberbagai media mengenai surat pernyataan dr Muhammad Yamin yang dinilai tidak mendasar dan perkataan jurus mabok membuat Yamin kesal. Selasa (18/06/2019).
dr Yamin meminta Iwan Asaad, agar tidak ikut campur atau jadi pahlawan mengenai kasus dana Dinas Kesehatan.
“Sekda, Jangan ngomong kalau tidak tau masalah,”Tegasnya.
menurutnya, Iwaan Asaad tidak mengerti dan faham terkait aliran dana Dinas Kesehatan selama ini. Karena Iwan Asaad belum menjabat Sekda saat polemik ini terjadi.
“Iwaan Asaad masih menjabat sebagai kepala Dinas kominfo saat itu. Jadi masih diluar sistem,”bebernya.
Dia menambahkan, jika dirinyalah sebagai pelaku terkait penggunaan dana yang ada di Dinas Kesehatan saat itu.
“Intinya, hanya saya, H Hamzah dan Taufan Pawe yang tau masaah ini,”katanya.
Pengembalian dana, kata Yamin, sebesar Rp1,5 Milliar kepada H Hamzah di Mall Ratu Indah Makassar pada November 2016 lalu. Saat itu dirinya (dr Yamin) dipercayakan oleh walikota (Taufan Pawe) untuk menanagani sejumlah proyek yang ada di Kota Parepare tanpa melihat instansi mana.
“Sekda itu asal bicara, bahkan justru dia (Sekda) mabuk cari pembenaran alibinya demi membelah atasnya. Ibaratnya dia (Sekda) belum lahir jaman itu, kejadian itu yang lebih tahu adalah saya,”tegasnya.
dr Yamin pun merasa heran, kenapa Sekda yang lebih banyak komentar dibanding walikota, padahal walikota lebih tahu masalah ini.
“Yang mabok itu pak sekda, kenapa dia tidak mau berargumentasi dengan saya, jika dia faham masalah ini. Kalau berani hadapi saya,”tantangnya.
dr Yamin menilai, Saat ini, pemerintahan Taufan Pawe dalam fase gila dan mabok, karena orang yang tidak tau masalah justru jadi pahlawan dan mencari pembenaran.
“Yang pastinya, ada kejadian sesuai surat pernyataan, masalahnya jika menyangkal maka itu hak mereka, keputusannya ada sama aparat penegak hukum. Apapun hasilnya kita terima, yang penting berjalan adil,”tutupnya.(*)