PAREPARE, timeberita.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah pihak terkait mengenai kelangkaan minyak goreng di pasaran, Senin (07/02/202) sore.
Kegiatan RDP berlangsung di Ruang Rapat Komisi III DPRD Parepare itu dihadiri, Kepala Dinas Perdagangan Kota Parepare, Prasetyo Catur, Kepala Cabang Perum Bulog Divre Parepare, Asrul Talamma, pengelola ritel, dan distributor minyak goreng.
Wakil Ketua II DPRD Kota Parepare, Rahmat Sjamsu Alam membeberkan penyebab kelangkaan minyak goreng yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir ini.
“Komisi III tadi telah mencari penyebab adanya kelangkaan minyak goreng di tengah masyarakat. Salah satu penyebab adalah, adanya aturan dari pemerintah yang menurunkan dan menetapkan harga minyak goreng 14 ribu perliter, dan juga mungkin ada oknum yang memanfaatkan penatapan satu harga ini,” katanya.
Hasil RDP, Terungkap stok minyak goreng berkurang, mulai dari distributor hingga ke retail, sehingga praktis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seperti biasanya, itu sangat sulit.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, biasanya akan terjadi kelangkaan minyak goreng menjelang Bulan Ramadhan, dimana biasanya masyarakat hanya membeli satu atau dua liter, namun sekarang membeli dua atau bahkan empat liter,”katanya.
Menurutnya, Hal ini menjadi salah satu penyebab kelangkaan minyak goreng yang beredar di pasaran.
“Tentunya harapan teman-teman di Komisi III untuk masyarakat bisa tenang, Insya Allah kebutuhan minyak goreng ini akan kembali stabil,” tutupnya.(Rls)