Anak Tersangka Perkelahian Mencari Keadilan

PAREPARE, TIME BERITA, — Kasus perkelahian yang saat ini ditangani Polres Parepare terus menyita perhatian masyarakat khususnya di Kota Parepare,sejak anak tersangka mengupload status di akun fecebook-nya Muhammad Amin Hasbar.Pada statusnya Amin menceritakan keluhannya,mengenai perlakuan hukum yang menimpah ayahnya,atas kasus perkelahian   antara ayahnya (Made Hasan Paewa) (55)  dengan Arifin (65) beberapa waktu yang lalu.

Pada status tersebut,Amin juga menceritakan koornologis kejadian perkelahian ayahnya dengan Arifin yang merupakan pelapor dari kasus yang menimpah ayahnya.

Saat ini,Made tengah menjalani kurungan penjara oleh penyidik Polres Parepare setelah ditetapkan sebagai tersangka yang dikenakan pasal 351 KUHP Tentang Penganiayaan.

Amin,lebih jauh menyebutkan,pada proses hukum yang dijalani oleh ayahnya menyebutkan adanya dugaan campur tangan pejabat Pemkot Parepare.

Demi mencari keadilan, Amin pun sempat ingin melaporkan Arifin yang memukul dan mengancam membawakan parang ayahnya, tetapi laporan itu ditolak polisi.

“Bapakku sempat saya tanya sempat ditetapkan tersangka bilang melaporki, tetapi dibilang tidak bisa nak, ditekan sekali ka disini,”ungkap Amin, Kamis (21/3).

“Pasca bapak ditetapkan tersangka, saya sempat bilang bisa kah melapor balik, lalu dijawab Kanit-nya, bilang percuma,”jelasnya.

“Penyidik pun sempat bilang ke saya bahwa pintar pelapor (Rostina) karena Pak Waka langsung na lobi. Makanya tidak bisa dicabut laporan tanpa persetujuan Bu Rostina,”tambah Amin.

Kronologis kasus ini terjadi Senin 29 Januari 2019, sekira pukul 09.00 Wita yang berawal saat tersangka (Made) baru saja membersihkan,mengepel teras dan tempat wudu.

Kemudian Arifin (Pelapor) datang hendak buang air kecil sambil menggunakan sandal naik di teras masjid. Melihat hal tersebut,Made (Tersangka) pun menegur Arifin,untuk melepas sandalnya.

Namun Arifin tidak terima teguran tersebut, dan Arifin pun melepas sandalnya sambari marah-marah menuju ke tempat wudhu buang air kecil, bukan di toilet.

Setelah buang air kecil, Arifin menghampiri Made, yang saat itu sedang membersihkan bekas sandal Arifin.

Disinilah awal mulanya terjadi perbincangan yang mengeco terjadinya perkelahian tersebut.

Arifin : Kamu kah yang punya Masjid ?

Made : Ini Masjid, tidak ada yang punya, ini tempat umum, samaki jagai kebersihannya!

Namun,tak tau kenapa. Arifin langsung memukul Made sebanyak tiga kali pada bagian kepala sebelah kiri menggunakan tangan kanan yang dikepal.

Kemudian,Made membalas memukul Arifin menggunakan tangan kanan yang dikepal yang mengenai bagian mata kirinya.Akibatnya, Arifin terjatuh dan mengalami luka berdarah.

Melihat perkelahian tersebut,warga sekitar pun datang untuk melerainya.Saat itu,Arifin kembai melempar Made menggunakan air kemasan lalu bergegas pergi sambari berkat.

“Tunggu saya ambil Parang” ucapnya.

Made yang sudah mengalami kesakitan atas pukulan Arifin,tidak menghiraukan ucapan tersbut dan kembali membersihkan lantai Masjid dan tempat wudhu.(*)

REDAKTUR

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting forĀ http://sneeit.com