Wartawan Harus Ikut UKW

PAREPARE, TIME BERITA.COM — Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Parepare dan Kabupaten Barru dihadiri Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat Zukifly Gani Otto dan para pengurus PWI Provinsi Sulsel, Kamis (07/01/2021).

Pada kesempatan itu, Ismail Asnawi Wakil Bidang Pendidikan PWI Provinsi Sulsel menyampaikan, permohonan maaf dari Ketua PWI Provinsi Sulsel HM Agus Salim Alwi Hamu, karena tidak sempat hadir pada kegiatan tersebut.

“Beliau saat ini sedang mengantar ayahandanya ke Jakarta,”katanya.

Dia mengatakan, Konferensi PWI ini sebagai bukti untuk tetap menjaga organisasi ini.

“Sabagai insan pers harus selalu mejaga Kualitas, kuantitas dan integritas dalam mengawal kebenaran,”katanya.

Mwnurutnya, Wartawan harus mengutamakan kepentingan publik untuk dari kepentingan pribadi.

Ditempat yang sama, Zulkifly Gani Otto Ketua Organisasi PWI Pusat mengatakan, Sejarah singkat PWI di wilayah ini masih gabung satu wilayah yakni Ajatappareng, yang dipimpin oleh bapak Suardi Tahir.

Pertanyaan yang muncul, kenapa konferensi dilaksanakan di Kota Parepare, sementara PWI ini terlibat dua daerah yakni Kota Parepare dan Kabupaten Barru.

“Ini membuat saya sedih, melihat PWI masih gabung Kota Parepare dan Kabupaten Barru, apakah tidak ada generasi. Makanya, saya harap setelah konpferensi ini, berpisah lah,”katanya

Dia menegaskan, Wartawan yang ada di dua daerah ini, tolong anda ikuti uji konpetensi wartawan (ukw) sebagai syarat untuk menjadi pengurus PWI.

“Yang menjadi masalah bagi wartawan, selain takut ikut UKW, Mereka juga tidak punya uang. Karena untuk ikut Ukw itu butuh biaya sekira Rp5 Juta,”Ujarnya.

Tapi memegan kartu ukw itu sangat penting dimiliki seorang wartawan.

“Kepada bapak narasumber yang didatangi seorang wartawan untuk wawancara, berhak untuk menolak jika Wartawan tidak dapat menunjukkan kartu Ukw. Karena bagaimana wartawan mau disebut profesional, jika tidak konpeten,”katanya.

Sebaliknya, Jika seorang wartawan sudah dapat kartua ukw dan ada narasumber yang menolak, maka wartawan bisa tuntut narasumber karena melanggar Undang-undang.

“Saya berharap, kepada pemerintah dua daerah untuk anggarkan minimal 20 orang wartawan untuk dianggaran ikut ukw. Karena, wartawan yang sudah konpeten menjadi aset pemerintah daerah,”tutupnya. (*)

Sudarmono

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting forĀ http://sneeit.com