ENREKANG, TIME BERITA, — Bupati Enrekang Muslimin Bando prihatin dan ikut berduka adanya warga Massenrempulu (Maspul) yang menjadi korban atas peristiwa kerusuhan yang terjadi di Wawena. Minggu (29/09/2019).
Empat warga asal Enrekang yang menjadi korban kerusuhan di Wamena beberapa waktu lalu, merupakan masih satu keluarga yang dikabarkan terbakar.
“Kami sangat berduka cita, khususnya karena ada keluarga asal Massenrempulu yang jadi korban atas kerusuhan di Wawena,”Katanya.
MB saat berkunjung ke rumah duka di Desa Tuncung, Kecamatan Maiwa, beberapa waktu lalu, menyampaikan belasungkawa dan sekaligus mengajak keluarga korban bersabar dan berbesar hati.
“Saya sangat prihatin dan sedih. Hati saya perih mendengar dari keluarga tentang bagaimana kondisi para korban. Apalagi mereka ini satu keluarga,” ujarnya.
Dia berharap, Kerusuhan yang terjadi di Wawena dapat diselesaikan agar tidak jatuh korban yang lebih banyak.
“Semestianya kita mengedepankan persaudaraan, rasa kemanusiaan dan kasih sayang,” katanya.
Sesuai pemberitaan, dusebutkan 31 warga menjadi korban tewas kerusuhan di Wamena. Empat dari delapan korban asal Sulsel, merupakan keluarga asal Enrekang. Mereka masing-masing Rustam (ayah), Irma (ibu), Ilmi (anak, usia 3 tahun), dan Erwin (keponakan).
Rustam dan Erwin dimakamkan di Enrekang, sementara Irma dan Ilmu dimakamkan di Pangkep. (*)