Kita sering takabbur atau main-main atau bully orang disekitar kita yang dianggap lemah namun ternyata perbuatan kita keliru dan menjadi berujung pidana karena merugikan orang lain dan disisi lain juga yang dibully banyak yang merasa kasihan sehingga mengalir rezki kepadanya, itulah rahasia Allah kepada hambaNya yang kita tidak sadar ada hikmah dibalik itu semua.
Inilah yang menjadi ajang pembicaraan di medsos salah seorang anak bernama Rizal anak SD berumur 12 tahun yang merupakan warga Pangkep yang keseharainnya menjual jalan kote setiap sorenya dibulan suci ramdahan, namun saat menjual dia dibully oleh Firdaus yang sekarang menjadi tersangka atas perbuatanya.
Terssebar di medsos sehingga banyak tanggapan nitzen merasa kasihan dan sedih melihat korban di bully, sedangkan perbuatan Fidaus justru membuat nitizen marah dan meminta dihukum sesuai perbuatanya.
Akun facebok milik Chandra Rahim yang mengaplod adanya dermawan yang membantu korban Rizal di bantu beasiswa hingga lulus, menjadi kebangga keluarganya dan mensyukuri nikmatnya, Mungkin korban dan keluarganya tidak keberatan mempidanakan tersangka Firdaus yang merupakan staf PLN kabupaten Pangkep, tapi para nitizenlah yang mendesak aparat hukum untuk diproses hukum atas perbuatan Firdaus tersebut.
“Alhamdulillah, terima kasih Sepri menhan bang Rezky Irmansyah sudah mau bantu beasiswa sekolah adik Rizal hingga Lulus.”kata akun milik Chandra Rahim yang diaplod lima jam lalu, Senin (18/5/2020).
Tulisan akun milik Chanda yang dishere aku cinta Parepare menjadi bahan pembiocaraan walaupun korban dan pelaku bukan warga Parepare tapi karena viral sehingga menjadi pembicaraan nitizen atau warganet di medsos,”Sekedar info ,adik Rizal adalah anak SD berumur 12 thn yang menjadi korban bullying oleh tetangga kampungnya , Rizal sehari harinya Berjualan Jalankote ( Pastel ) demi membantu ekonomi keluarga, ibunya membuat Jalankote dan ayahnya tukang bentor ( angkutan tiga Roda ).”tulisanya.
Karena masa Pandemi sehingga hasil bentor tidak bisa menutupi biaya kebutuhan keluarga adik Rizal tidak patah semangat demi membantu ibu untuk membeli susu adiknya yang berumur 1 bulan . Rizal tetap jualan Jalankote tapi sayangnya mendapatkan perlakuan tidak terpuji oleh beberapa remaja tersebut. Semoga menjadi pembelajaran kedepan ,ayo Stop Bullying , mari membangun generasi bangsa.
Sementara laporan MCD di Pangkep mengatakan bahwa pelaku penganiayaan terhadap penjual jalan kote yang direkam dan disebarkan ke media sosial diamankan Polres Pangkep, Minggu (17/05/2020) yang persitiwanya di di sekitar Lapangan Bonto-Bonto, Kecamatan Ma’rang, kabupaten Pangekep sekira pukul 17.30 wita. (mcd)