Sejumlah Tersangka Dugaan Kasus Penyimpangan Bantuan Dana Koperasi Segera Ditetapkan

PAREPARE, TIME BERITA.COM — Sejumlah tersangka kasus dugaan penyimpangan pinjaman dana bergulir melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) terhadap Koperasi Metro Madani pada tahun 2021-2013 akan ditetapkan. Hal itu dikatakan oleh Kepala Seksi Pidana Khusus kejaksaan Negeri Parepare Muh Husairi, Selasa 02 Februari kemarin.

“Dalam waktu dekat, kita akan tetapkan berapa orang tersangka,” katanya.

Dia menyebutkan, Penggunaan dana ini ada indikasi dugaan tindak pidana korupsi, Karena pengajuan pinjaman dilampirkan dokumen dan tanda tangan palsu.

Itu ditemukan sesuai hasil penggeledahan yang dilakukan di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Kantor Koperasi Metro Madani.

Penggeledahan tersebut sesuai surat isin dari Pengadilan Negeri Parepare untuk dilakukan penyelidikan.

Penggeledahan itu dipimpin langsung Pelaksana tugas Kajari Parepare, Priyambudi, didampingi Kasi Pidsus, Muh Husairi, Kasi Pengelolaan BB, Alkaf, Kasi Datun, Rahmat dan Kasi Intel, Aguwani.

Plt Kajari Parepare, Priyambudi mengatakan, penggeledahan dilakukan terkait perkara tindak pidana korupsi dugaan penyimpangan penerima bantuan pinjaman dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) terhadap Penerima Bantuan Koperasi Metro Madani pada tahun 2021-2013.

Menurutnya, Pada proses pengajuan pinjaman yang dilakukan inisial A mengatasnamakan Koperasi Metro Madani pada 2012, lalu.

Kemudian yang bersangkutan inisial A diarahkan untuk mengaktifkan koperasi yang sudah tidak aktif yakni Koperasi Bacukiki. Selanjutnya dilakukan perubahan nama menjadi Metro Madani.

“Koperasi tersebut mengajukan pinjaman bergulir dengan memalsukan dokumen Koperasi. Ini diindikasikan terjadi penyelewengan pengelolaan dana anggaran kurang lebih Rp 4 miliar,”katanya.

Dia menambahkan, Pengajuan pinjaman sebesar Rp7 miliar yang dikucurkan dalam dua tahap. Untuk tahap pertama, tahun 2012 sebesar Rp4 miliar dan tahap kedua tahun 2013 sebesar Rp3 miliar.

“Namun perkiraan kerugian negara yang ditemukan saat ini sekitar Rp4 miliar, dan sudah ada 18 saksi yang diperiksa,”bebernya.

Ini merupakan tindakan Tim penyidik Kejari Parepare dalam mengumpulkan alat bukti untuk membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi guna menemukan tersangkanya. (*)

REDAKTUR

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting for http://sneeit.com