PAREPARE, – Ruang tunggu klinik anak RSUD Andi Makkasau Kota Parepare berubah menjadi kelas mini kesehatan pada Rabu (17/7/2024). Dr. Deky Palulun, seorang Coast dari Universitas Hasanuddin, memberikan edukasi penting tentang Demam Reumatik pada anak kepada para pasien dan keluarga yang sedang menunggu.
Dr. Palulun menjelaskan bahwa Demam Reumatik bukan sekadar penyakit biasa, melainkan reaksi autoimun yang dapat berdampak serius pada jantung anak-anak. “Ini disebabkan oleh Streptokokus beta hemolitik grup A, bakteri yang biasa ditemukan di kulit dan tenggorokan,” jelasnya.
Yang menarik, penyakit ini dapat menyebar melalui kontak langsung atau percikan liur, terutama di lingkungan padat penduduk. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi demam, karditis, nyeri sendi, dan Sydenham Chorea.
Inisiatif edukasi ini mendapat sambutan positif dari pengunjung klinik. Ibu Rina, salah satu peserta, mengungkapkan, “Saya baru tahu kalau infeksi tenggorokan biasa bisa berujung pada masalah jantung. Ini informasi yang sangat berharga.”
Langkah RSUD Andi Makkasau menghadirkan edukasi langsung di ruang tunggu dinilai efektif oleh para pengunjung. “Daripada hanya menunggu, kami jadi bisa belajar sesuatu yang penting untuk kesehatan anak-anak kami,” tambah Pak Ahmad, ayah dari salah satu pasien.
Dr. Palulun menekankan pentingnya deteksi dini dan pengobatan yang tepat untuk mencegah komplikasi serius dari Demam Reumatik. “Dengan pemahaman yang lebih baik, kita bisa melindungi jantung anak-anak kita dari kerusakan jangka panjang,” tutupnya.
Edukasi seperti ini diharapkan dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan berbagai penyakit anak yang serius namun sering terlewatkan. (*)