PAREPARE, TIME BERITA, — Puncak musim kemarau tahun ini diperkirakan akan terjadi pada antar Agustus hingga September untuk wilayah Sulawesi Selatan bagian Barat dan Timur, kecuali wilayah Sulawesi Selatan bagian Utara itu tidak ada musim, karena masuk pada non Zona musim. hal ini disampaikan Rekun Matandung, prakirawan balai IV makassar, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayh IV Makassar. Rabu (31/07/2019).
Dia menyebutkan, Untuk data suhu tiga hari yang lalu, berada pada angka 22 hingga 33 derajat celcius, sesuai hasil pengamatan Stasiun Klimatologi Maros, dan diperkirakan menurun tiga hari kedepan.
“Saat ini sudah masuk musim kemarau, untuk wilayah Sulsel bagian, Barat dan Timur puncak musim kemarau terjadi pada Agustus dan September, kecuali wilayah Sulsel bagian Utara tidak ada musim kemarau atau hujan, karena wilayah tersebut berada pada non Zona musim,”jelasnya.
Menurutnya, untuk suhu saat ini, sesuai pengamatan stasiun klimatologi Maros berada dikisaran 20 hingga 32 derajat, Hasanuddin antara 20 hingga 33 derajat dan stasiun maritim paotere suhu berada pada angka 23 hingga 33 derajat celcius.
“Suhu saat ini hingga tiga hari kedepan, suhu diperkirakan masih berada diangka 21 hingga 33 derajat Celcius,”katanya.(*)